AirAsia Targetkan Pemulihan Kapasitas Penuh pada Agustus 2026, Buka Rute Baru hingga London dan Busan

- Selasa, 23 Juni 2026 | 08:00 WIB
AirAsia Targetkan Pemulihan Kapasitas Penuh pada Agustus 2026, Buka Rute Baru hingga London dan Busan

Di tengah geliat peningkatan minat masyarakat untuk kembali bepergian, AirAsia terus menggenjot pemulihan operasional di seluruh jaringan penerbangannya. Maskapai berbiaya hemat ini menargetkan kapasitas penerbangan pulih sepenuhnya pada Agustus 2026, sembari memperluas rute dan mempercepat modernisasi armada demi menghadirkan perjalanan udara yang lebih efisien dan terjangkau. Membaiknya kondisi kawasan serta tingginya permintaan perjalanan menjadi momentum penting bagi AirAsia untuk memperkuat konektivitas antarnegara di Asia Tenggara dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata serta ekonomi regional.

AirAsia menargetkan pemulihan kapasitas secara penuh pada Agustus 2026. Sejalan dengan itu, maskapai ini juga memperluas jaringan melalui pembukaan sejumlah destinasi baru, termasuk Busan, Bahrain, London, Batam, serta berbagai rute domestik lainnya. Langkah ini dilakukan untuk menjawab tingginya permintaan perjalanan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di ASEAN yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan ekonomi.

Sebagai maskapai yang berkomitmen menghadirkan perjalanan udara yang terjangkau bagi semua kalangan, AirAsia secara bertahap mengembalikan penawaran tarif hemat kepada para tamunya di seluruh jaringan. Tren penurunan harga avtur memberikan peluang bagi AirAsia untuk terus menghadirkan nilai terbaik bagi pelanggan sekaligus mendorong pertumbuhan perjalanan dan aktivitas ekonomi di kawasan.

Dalam dua kuartal terakhir, AirAsia terus memperkuat fondasi operasional melalui pengelolaan armada yang disiplin, optimalisasi jaringan, serta pengendalian biaya yang berkelanjutan. Sejak April 2026, tujuh maskapai dalam Grup AirAsia secara konsisten mencatatkan rata-rata tingkat ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) sebesar 85 persen di lebih dari 150 destinasi. AirAsia juga terus mempercepat program modernisasi armada dengan menghadirkan pesawat Airbus A321LR yang mampu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 20 persen per kursi dibandingkan generasi sebelumnya. Ke depan, rencana pengoperasian Airbus A220 juga akan semakin meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung upaya AirAsia untuk mempertahankan daya saing tarif dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Group CEO AirAsia, Bo Lingam, mengatakan periode beberapa bulan terakhir menjadi momentum penting bagi AirAsia untuk memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan ketahanan operasional.

“Kami tetap fokus memperkuat operasional, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat pemanfaatan teknologi berbasis AI dan data untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efektif. Hasilnya, AirAsia kini menjadi organisasi yang lebih tangguh, lincah, dan siap menghadapi peluang pertumbuhan di masa depan,” ujar Bo dalam konferensi pers secara daring pada Selasa, 23 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa keterjangkauan biaya perjalanan udara merupakan faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan pariwisata dan ekonomi di kawasan. “Seiring meningkatnya permintaan perjalanan, kami ingin memastikan manfaat konektivitas udara tetap dapat diakses oleh semua kalangan. Untuk itu, kolaborasi antara maskapai, pengelola bandara, regulator, dan pelaku industri pariwisata menjadi sangat penting dalam menjaga biaya perjalanan tetap terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Bo, sektor penerbangan dan pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian berbagai negara di ASEAN. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu bersama-sama menjaga daya saing industri agar pemulihan dan pertumbuhan sektor ini dapat terus berlanjut.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar