Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan pelemahan pada perdagangan Selasa pagi. Mata uang Garuda dibuka turun 16 poin atau setara 0,09 persen ke posisi Rp17.859 per dolar AS, setelah sebelumnya ditutup di level Rp17.843 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif yang sudah terjadi pada awal pekan. Pada Senin pagi, rupiah tercatat melemah ke posisi Rp17.813 per dolar AS, menunjukkan tekanan yang masih berlanjut terhadap mata uang domestik di tengah dinamika pasar global.
Para pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor eksternal yang memengaruhi pergerakan rupiah. Ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat menjadi dua variabel utama yang terus membayangi stabilitas nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Di sisi lain, sentimen dari dalam negeri juga turut menjadi perhatian investor. Data fundamental ekonomi domestik dan prospek kebijakan pemerintah menjadi acuan bagi pelaku pasar dalam menentukan langkah selanjutnya di pasar valuta asing.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Sindikat Love Scamming di Jatim, 53 Orang Jadi Korban dengan Kerugian Rp1,1 Miliar
Menkes Pastikan Rekonstruksi Wajah bagi Korban Penganiayaan dan Penyekapan di Bandung
Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS, Tertekan Ketegangan Timur Tengah dan Kenaikan Harga BBM
IHSG Dibuka Melemah di Tengah Kehati-hatian Investor Menanti Hasil Review MSCI