Kematian seekor anak gajah betina di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh, mendapat sorotan dari Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv. Ia mendesak pemerintah memberikan perhatian serius terhadap insiden yang diduga disebabkan oleh virus mematikan yang rentan menyerang gajah muda.
Anak gajah bernama Yuna itu mati diduga kuat akibat elephant endotheliotropic herpesvirus (EEHV), berdasarkan diagnosa awal medis. Virus ini dikenal sangat berbahaya bagi anak gajah dan menjadi perhatian khusus para konservasionis.
"Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Jangan sampai kita hanya bertindak setelah ada gajah yang mati. Pencegahan dan perlindungan terhadap anak gajah harus diperkuat," kata Rajiv melalui keterangannya, Rabu (12/8/2026).
Politikus Fraksi Partai Nasdem itu mengingatkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk mengambil langkah antisipasi terhadap EEHV secara lebih sistematis, terutama di pusat-pusat konservasi dan habitat gajah. Salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah dukungan anggaran untuk pengadaan vaksin dan kebutuhan medis terkait pencegahan serta penanganan virus.
"Kalau memang vaksin atau langkah pencegahan terhadap virus ini dibutuhkan, Kementerian Kehutanan harus mengalokasikan anggaran. Jangan sampai kebutuhan seperti ini tidak tersedia ketika ada anak gajah yang terjangkit," ujarnya.
Menurut Rajiv, perlindungan satwa dilindungi tidak cukup hanya melalui pengamanan habitat dan penindakan perburuan. Aspek kesehatan satwa juga harus menjadi bagian penting dari kebijakan konservasi. Terlebih, anak gajah memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap penyakit tertentu, sehingga diperlukan sistem pemantauan kesehatan yang lebih intensif.
"Konservasi itu bukan hanya menjaga hutannya, tetapi juga memastikan satwanya bisa bertahan hidup. Kalau ada penyakit yang bisa mengancam anak gajah, pemerintah harus punya sistem deteksi dan penanganan yang cepat," jelas dia.
Rajiv pun meminta Kemenhut melakukan evaluasi terhadap kondisi kesehatan gajah-gajah lain di sekitar PLG Saree untuk memastikan tidak terjadi penularan atau kasus serupa. "Jangan berhenti pada satu kasus. Gajah-gajah lainnya harus diperiksa dan dipantau. Kita harus memastikan apakah ada potensi penyebaran virus atau tidak," tegasnya.
Ia menilai kematian Yuna harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat fasilitas kesehatan satwa, meningkatkan kapasitas tenaga medis hewan, serta memastikan ketersediaan obat dan kebutuhan penanganan penyakit di pusat-pusat konservasi.
"Perlindungan populasi gajah harus dilakukan secara berkelanjutan mengingat satwa tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem dan termasuk satwa yang dilindungi. Jangan sampai kita kehilangan anak-anak gajah karena penyakit yang sebenarnya bisa kita antisipasi. Anggaran untuk kesehatan satwa harus menjadi bagian dari prioritas konservasi," pungkasnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Dorong Pemerintah Perkuat Antisipasi Virus EEHV setelah Kematian Anak Gajah di Aceh
Anggota DPR Minta Investigasi Menyeluruh Kebakaran Bromo
DPR Minta Penyebab Kebakaran Bromo Diusut Tuntas
Anggota DPR Soroti Penanganan Kasus Penganiayaan Anak di Bandung Barat