Jembatan Gantung Akses Sementara di Gunungputri Longsor Tergerus Hujan Deras

- Senin, 22 Juni 2026 | 11:50 WIB
Jembatan Gantung Akses Sementara di Gunungputri Longsor Tergerus Hujan Deras

Proses pembangunan jembatan gantung yang diperuntukkan sebagai akses sementara bagi pejalan kaki di wilayah Gunungputri, Kabupaten Bogor, mengalami kendala akibat longsor pada tebing penyangganya. Insiden tersebut terjadi saat konstruksi jembatan belum sepenuhnya rampung dan belum difungsikan untuk umum.

Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, mengonfirmasi bahwa jembatan yang longsor merupakan fasilitas penyeberangan yang baru dibangun dan belum digunakan. “Belum selesai pembangunan,” ujarnya saat dihubungi pada Senin (22/6/2026).

Menurut Andi, longsor pada tebing jembatan gantung tersebut terjadi pada Minggu (21/6) malam. Peristiwa itu dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, ditambah dengan derasnya arus sungai di bawah jembatan yang terus menggerus struktur tanah penyangga. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Penyebab longsor karena hujan besar semalam. Iya, tergerus sungai juga. Jembatan gantung tersebut merupakan pekerjaan Dinas PUPR, sudah dalam pengerjaan bagian teknis. Belum ada laporan dan tidak ada permintaan perbantuan dari PUPR juga,” kata Andi menjelaskan.

Sementara itu, jembatan utama yang menghubungkan wilayah Gunungputri dan Klapanunggal, yang dikenal dengan nama Jembatan Wika, saat ini tengah menjalani perbaikan. Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu hingga enam bulan. Selama masa tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor membangun jembatan gantung sebagai solusi sementara bagi pejalan kaki. Adapun para pengendara diarahkan untuk memutar melalui akses Jalan Raya Nambo.

“Jadi memang jembatan utamanya sedang perbaikan, sudah hampir enam bulan. Nah, jembatan gantung itu dibangun sementara untuk pejalan kaki, jembatan sementara saja buat orang menyeberang, karena jembatan utamanya lagi perbaikan,” pungkas Andi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar