Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, sebuah perkembangan yang dinilai sebagai langkah krusial menuju pengakhiran konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres secara khusus mengapresiasi kesepakatan gencatan senjata permanen antara kedua negara serta keputusan untuk membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi titik panas ketegangan global.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres menyatakan harapannya agar semua pihak terkait dapat memanfaatkan momentum baru ini. “Sekretaris Jenderal berharap bahwa pihak-pihak terkait akan memanfaatkan momentum baru ini dan melipatgandakan upaya mereka menuju penyelesaian akhir konflik,” ujar Dujarric mewakili Guterres.
Kesepakatan ini pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang menyatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat telah sepakat untuk mengakhiri perang. Sharif mengungkapkan bahwa kedua negara akan menandatangani perjanjian damai pada 19 Juni mendatang. Tak lama setelah pengumuman tersebut, Presiden AS Donald Trump membenarkan kabar itu melalui platform Truth Social miliknya. “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua!” tulis Trump.
Dalam pernyataan terpisah yang dikutip dari CNN, Trump secara resmi mengumumkan berakhirnya blokade militer AS di Selat Hormuz. Ia menyatakan telah memberikan izin penuh untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut tanpa pengenaan biaya tol. “Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,” tulis Trump. Dalam pesannya yang bernada deklaratif, ia menambahkan, “Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!”
Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu poin paling krusial dalam kesepakatan ini. Selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman itu merupakan jalur transit utama bagi sepertiga pasokan minyak dunia melalui laut. Selama berbulan-bulan, ketegangan militer di kawasan tersebut sempat memicu kekhawatiran akan terganggunya rantai pasok energi global. Dengan dicabutnya blokade dan disepakatinya gencatan senjata permanen, stabilitas kawasan dan kelancaran arus perdagangan internasional diharapkan segera pulih.
Artikel Terkait
PDIP Bantah Sakit Hati Ditinggal Jokowi, Sebut Mantan Presiden Justru Dipecat
Trump Umumkan Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah, Garda Revolusi Iran Bantah Jadwal Tersebut
Polda Metro Kerahkan 585 Personel Amankan Kunjungan Presiden Jerman di Jakarta
Polisi Kerahkan 585 Personel Amankan Kunjungan Presiden Jerman ke Istana Negara