Pengeroyokan Maut di Grogol Berawal dari Cekcok Mabuk, Korban Dijatuhkan dari Lantai 2

- Kamis, 11 Juni 2026 | 20:35 WIB
Pengeroyokan Maut di Grogol Berawal dari Cekcok Mabuk, Korban Dijatuhkan dari Lantai 2

Peristiwa pengeroyokan maut di tempat biliar Weston, Grogol, Jakarta Barat, yang menewaskan seorang pria berinisial DM, dipicu oleh kesalahpahaman di bawah pengaruh minuman keras dan berujung pada aksi balas dendam para pelaku. Insiden berdarah itu terjadi pada 10 Mei 2026, sekitar pukul 02.00 WIB, ketika korban dan para pelaku yang sama-sama dalam kondisi mabuk terlibat cekcok di dalam tempat hiburan tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, mengungkapkan bahwa pertikaian awal tidak dilatarbelakangi oleh hubungan personal. “Penyebab cekcok awal mungkin karena selisih paham saja karena dikuasai oleh minuman alkohol. Antara korban dan pelaku ini juga tidak saling kenal,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Keributan yang awalnya terjadi di dalam ruangan kemudian berlanjut hingga ke area tangga saat kedua kelompok hendak meninggalkan lokasi. Di titik itulah korban sempat memiting salah satu rekan pelaku. Tindakan tersebut memicu reaksi spontan dari pelaku lain yang merasa tidak terima, sehingga mereka langsung mengeroyok korban sebagai bentuk balas dendam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap saksi dan para pelaku, korban tidak hanya jatuh secara tidak sengaja. Ia justru sengaja dijatuhkan oleh pelaku dari lantai 2 pasar hingga mengalami koma selama empat hari di rumah sakit, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. “Motif pelaku melakukan aksinya karena ingin membalas dendam melihat temannya dipiting oleh korban. Menurut keterangan pelaku yang sekaligus saksi, korban memang sengaja dijatuhkan,” tutur Alexander.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar