Menteri Dalam Negeri Turki Sebut Akan Rebut Yerusalem, Israel Bereaksi Keras

- Selasa, 09 Juni 2026 | 12:55 WIB
Menteri Dalam Negeri Turki Sebut Akan Rebut Yerusalem, Israel Bereaksi Keras

Pernyataan Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Ciftci, yang menyebut akan merebut kendali atas Yerusalem memicu kemarahan keras dari pemerintah Israel. Dalam konferensi pers Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Provinsi Corum pada Sabtu (6/6) waktu setempat, Ciftci secara terbuka menyampaikan ambisi tersebut di hadapan publik.

"Sama seperti kita menyaksikan pembebasan Damaskus dan Aleppo, kita, insya Allah, akan menyaksikan pembebasan Yerusalem suatu hari nanti," ujar Ciftci dalam pernyataannya yang kemudian dilaporkan oleh Middle East Monitor, Selasa (9/6/2026).

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan keyakinan spiritualnya. "Saya masih meyakini hari ini bahwa Tuhan akan menunjukkan kepada kita hari-hari itu. Dia pasti akan menunjukkannya kepada kita. Saya telah mempercayai hal ini dari lubuk hati saya, dan saya masih mempercayainya. Sama seperti di masa lalu, tempat-tempat ini akan kembali kepada kita sekali lagi," tuturnya.

Ciftci juga mengaitkan visi tersebut dengan kepemimpinan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menyebut Erdogan sebagai pemimpin berkaliber global yang akan membawa kembali tempat-tempat suci itu di bawah kekuasaan dan otoritas Turki. "Tempat-tempat itu, insya Allah, akan kembali di bawah kekuasaan dan otoritas kita, karena kita memiliki pemimpin global seperti Recep Tayyip Erdogan di pucuk pimpinan kita," katanya memuji.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, merespons pernyataan tersebut dengan nada tegas. Dalam pernyataan resminya, Katz menegaskan bahwa Yerusalem bukanlah Konstantinopel dan Israel bukanlah Kekaisaran Salib yang sedang runtuh. "Israel merupakan negara yang kuat dan teguh yang telah membuktikan kemampuannya untuk membela diri terhadap ancaman apa pun," kata Katz.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar