Seorang pria berinisial WB (30) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, nekat memperkosa dan membunuh tantenya sendiri yang berinisial BDN (50) setelah cintanya bertepuk sebelah tangan. Pelaku yang telah menjadi buronan selama 16 bulan itu akhirnya berhasil diringkus aparat di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 5 Juni lalu.
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman Matasa, mengungkapkan bahwa motif keji tersebut bermula dari perasaan sakit hati pelaku karena lamarannya ditolak oleh korban. “Motifnya itu dia suka korban. Jadi itu memang kebetulan korban statusnya janda dan pelaku WB dia juga bujang, akhirnya suka tetapi korban tidak mau,” jelasnya, Selasa (9/6/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi setelah pelaku meminum minuman keras dan nekat memasuki rumah korban. Menurut Nurman, saat itu korban sempat mendengar suara mencurigakan dan berinisiatif memeriksa ke arah belakang rumah. Namun, pelaku langsung menyergap dan membawa korban ke dalam kamar untuk melancarkan aksi bejatnya.
“Korban ini dengar ada yang masuk ke rumah dan dia berusaha untuk melihat. Setelah dia berusaha cek ternyata betul, di situ langsung dipeluk dan dibawa pelaku masuk ke kamar korban,” papar Nurman.
Korban tidak tinggal diam. Ia melakukan perlawanan sengit, meronta-ronta, dan berusaha melepaskan diri dari cengkeraman pelaku. Namun, pelaku yang lebih kuat justru mengambil kain sarung yang ada di kamar dan menyumbatkannya ke mulut korban hingga korban tidak bisa bernapas dan akhirnya meninggal dunia. Setelah korban tak bernyawa, pelaku tetap melancarkan aksi pemerkosaan.
“Korban meronta-ronta melakukan perlawanan, hingga akhirnya pelaku ini mengambil kain berupa sarung yang ada di situ untuk menyumbat mulutnya. Akibatnya korban tidak bisa bernafas dan di situ meninggal kemudian dia perkosa lagi,” tutup Nurman.
Artikel Terkait
Sengketa Batas Tanah Berujung Tembak, Warga Lampung Luka di Pinggul
Fabio Grosso Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Baru Fiorentina hingga 2028
Buku “Presiden Solusi” Diluncurkan, Rangkum 108 Gagasan Prabowo Selama 18 Bulan
Netanyahu: Serangan ke Iran Dihentikan, Peringatkan Balasan Kekuatan Penuh Jika Teheran Menyerang Lagi