Ketua Parsadaan Toga Sihite Desak Pemerintah Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Usai Dua Pejabat BGN Ditangkap KPK

- Selasa, 09 Juni 2026 | 02:00 WIB
Ketua Parsadaan Toga Sihite Desak Pemerintah Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Usai Dua Pejabat BGN Ditangkap KPK

Ketua Umum Parsadaan Toga Sihite Sedunia (PTSBS), Arnod Sihite, mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, kedua program tersebut menyerap anggaran yang sangat besar di tengah tekanan ekonomi nasional dan global yang kian berat.

Arnod menilai, berbagai kritik dan masukan dari publik sudah semestinya menjadi perhatian serius pemerintah. Apalagi, kata dia, situasi semakin genting setelah Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Peristiwa itu, menurutnya, memperkuat suara masyarakat yang menginginkan agar anggaran kedua program dialihkan ke sektor yang lebih produktif dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

“Bapak Presiden yang kami hormati dan kami banggakan, banyak masukan dari publik agar MBG dievaluasi total,” ujar Arnod dalam keterangan resminya, Senin (8/6).

Ia menegaskan bahwa anggaran besar yang digelontorkan sebaiknya direlokasi untuk program-program strategis lain. “Anggaran yang sangat besar sebaiknya direlokasi kepada program yang lebih produktif seperti kesehatan gratis, pendidikan gratis, serta pembangunan infrastruktur yang mampu menyerap banyak tenaga kerja,” lanjutnya.

Di sisi lain, Arnod meyakini bahwa langkah evaluasi dan realokasi anggaran justru akan memperkuat simpati masyarakat kepada pemerintah. Kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan penciptaan lapangan kerja, menurutnya, akan memberikan sinyal positif bagi investor untuk tetap menanamkan modal di Indonesia.

“Kami yakin apabila itu dilakukan, ekonomi nasional akan segera tumbuh dan investor tetap memilih Indonesia sebagai tujuan investasi. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan itu harus menjadi kekuatan utama bangsa,” kata dia.

Arnod juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya bergantung pada pajak sebagai sumber pendapatan negara. Ia mendorong optimalisasi pengelolaan kekayaan alam melalui putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kemampuan dan integritas. “Banyak ahli yang mampu melakukan itu sehingga Indonesia bisa keluar dari situasi berat saat ini,” tuturnya.

Selain itu, ia menyoroti dampak situasi global terhadap perekonomian nasional, terutama tingginya ketergantungan pada impor. Arnod meminta pemerintah segera membuka pasar baru yang lebih stabil dan tidak terdampak konflik internasional. “Situasi global masih sangat mempengaruhi ekonomi kita, terutama impor. Karena itu, pemerintah harus mencari pangsa pasar baru yang tidak berada dalam situasi perang atau konflik,” tegasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar