Prosesi sakral pengambilan air berkah oleh puluhan biksu di Umbul Jumprit, Temanggung, menjadi salah satu rangkaian perayaan Waisak 2570 BE/2026 yang menyita perhatian publik pekan ini. Ritual yang berlangsung di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Jawa Tengah, itu merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi keagamaan umat Buddha dalam menyambut hari suci tersebut. Sementara itu, di ranah kebijakan pendidikan, wacana penerapan bahasa Prancis di seluruh jenjang sekolah yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai mendapat respons dari parlemen.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengusulkan agar instruksi presiden mengenai pengajaran bahasa Prancis tersebut diterapkan secara bertahap. Menurutnya, langkah gradual diperlukan untuk menyesuaikan kesiapan kurikulum, tenaga pengajar, dan infrastruktur pendidikan di berbagai daerah. Usulan ini muncul sebagai bentuk dukungan sekaligus antisipasi terhadap rencana ambisius yang diharapkan dapat memperkaya kompetensi linguistik siswa Indonesia.
Di sisi lain, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah strategis dengan memprioritaskan pembangunan unit sekolah baru di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Kebijakan ini bertujuan memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan infrastruktur belajar. Fokus pada wilayah 3T menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mengurangi kesenjangan pendidikan antarwilayah.
Namun, di tengah upaya perluasan akses pendidikan, Badan Gizi Nasional (BGN) justru mengambil sikap tegas terhadap penyimpangan standar Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lembaga tersebut masih menangguhkan operasional sebanyak 1.152 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bentuk penegakan aturan. Keputusan ini menegaskan bahwa tidak ada kompromi terhadap pelanggaran standar gizi yang telah ditetapkan, meskipun program tersebut menyasar kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam perkembangan lain, kabar baik datang dari sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya menjadi korban penahanan oleh otoritas Zionis Israel. Mereka akhirnya kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu sore. Kepulangan para WNI ini menjadi akhir dari masa penahanan yang penuh ketidakpastian, sekaligus menegaskan upaya diplomatik yang dilakukan pemerintah dalam melindungi warganya di luar negeri.
Artikel Terkait
Komnas HAM Nilai RUU HAM Baru Berpotensi Kerdilkan Fungsi Pengawasan dan Independensi Lembaga
Ancol Gratis Sore Hari, Proyek Infrastruktur Dikejar Jelang HUT ke-499 Jakarta
Wanita 20 Tahun Ditemukan Tewas di Hotel Kebayoran Baru, Polisi Selidiki Luka di Kepala
Kemensos Gelar Layanan Kesehatan dan Sosial Terpadu untuk Lansia di HLUN ke-30 Kupang