Indonesia dan Prancis Gelar Latihan Militer Gabungan Misi Pegasus pada September 2026

- Jumat, 29 Mei 2026 | 19:30 WIB
Indonesia dan Prancis Gelar Latihan Militer Gabungan Misi Pegasus pada September 2026

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengumumkan bahwa Indonesia dan Prancis akan menggelar latihan militer gabungan dalam misi Pegasus pada September 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Macron saat memberikan keterangan pers bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Elysee, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026.

“Kita akan memperkuat upaya pelatihan dan kerja sama operasional kita. Kita telah meningkatkan latihan bersama, beberapa di antaranya akan berlangsung dalam waktu dekat, khususnya terkait dengan misi Pegasus pada September 2026,” ujar Macron, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut Macron, Prancis berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dengan Indonesia. Hubungan yang telah terjalin selama ini dinilai berjalan baik, salah satunya diwujudkan melalui pengiriman jet tempur Rafale ke Indonesia.

“Tetapi di semua bidang, baik itu menyangkut jet tempur, kemampuan Angkatan Laut Indonesia, maupun kemampuan Angkatan Darat, latihan bersama, atau pelatihan, kita telah memberikan dimensi baru pada kemitraan pertahanan dan keamanan. Kita juga akan segera bertukar informasi lagi dan membangun perspektif baru,” jelasnya.

Di luar sektor pertahanan, Macron juga menyoroti rencana penguatan kerja sama ekonomi antara kedua negara. Ia menyatakan harapannya agar Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia dapat segera berlaku.

“Dalam hal ini, saya berharap Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia akan segera berlaku. Saya tahu Anda juga memiliki harapan yang sama. Memang, kita saling melengkapi dalam banyak hal,” ungkapnya.

Macron menambahkan, perjanjian tersebut nantinya akan menghapus berbagai hambatan perdagangan dan investasi. Prancis juga berencana meluncurkan proyek-proyek besar di bidang transportasi, kesehatan, transisi energi, hingga pertanian.

“Saya juga sangat senang bahwa hal ini memungkinkan kita untuk bergerak maju di banyak bidang, termasuk transisi energi, pertambangan, dan pertanian,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya diversifikasi kemitraan ke sektor-sektor inovatif. “Kita memiliki banyak hal yang harus dilakukan untuk memajukan dan mendiversifikasi kemitraan ini. Saya juga memikirkan sektor inovasi, dan bersama-sama kita ingin berbuat lebih banyak di sektor keuangan, kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan teknologi digital,” pungkas Macron.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar