Prabowo Perintahkan Pengajaran Bahasa Prancis di Seluruh Jenjang Pendidikan Indonesia

- Jumat, 29 Mei 2026 | 17:30 WIB
Prabowo Perintahkan Pengajaran Bahasa Prancis di Seluruh Jenjang Pendidikan Indonesia

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan perluasan pengajaran bahasa Prancis di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia, sebuah langkah yang diambil di tengah upaya memperkuat kerja sama bilateral dengan Prancis. Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Paris sejak 26 Mei 2026, memenuhi undangan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dalam pertemuan kenegaraan yang berlangsung di Istana Elysee, Prabowo menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bekal menghadapi dinamika global. “Di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi. Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” ujar Presiden.

Kebijakan ini menjadi salah satu pilar utama dalam agenda penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis. Selama ini, kedua negara telah menjalin kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, ekonomi, hingga kebudayaan. Prabowo menilai bahwa hubungan yang sudah berjalan sangat baik tersebut tidak terlepas dari dukungan langsung Presiden Macron.

“Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama, dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik. Ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron,” kata Prabowo menambahkan.

Di luar agenda pendidikan, Presiden juga menyampaikan pandangan Indonesia mengenai situasi di Timur Tengah. Dalam pernyataan yang tegas, Prabowo menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak akan terwujud tanpa adanya keadilan bagi rakyat Palestina. Ia kembali menekankan pentingnya solusi dua negara atau two-state solution sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan.

Prabowo mengapresiasi sikap Prancis yang dinilai aktif dalam mengajak negara-negara Barat untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Kesamaan pandangan dalam isu internasional ini, menurut dia, menjadi fondasi yang memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar