Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon Ganggu Perjalanan Commuter Line Merak

- Senin, 25 Mei 2026 | 16:55 WIB
Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon Ganggu Perjalanan Commuter Line Merak

Ledakan keras mengguncang pabrik kimia di wilayah Gerem, Cilegon, Banten, pada Senin (25/5) siang. Insiden itu tidak hanya menimbulkan kepulan asap putih dan bau menyengat yang tercium hingga radius tiga kilometer, tetapi juga mengganggu perjalanan kereta api Commuter Line Merak pada relasi Rangkasbitung-Merak.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengonfirmasi bahwa perjalanan Commuter Line Merak (314) sempat mengalami keterlambatan akibat dampak ledakan. Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun media sosialnya, KCI menjelaskan bahwa kepulan asap kimia pascaledakan di area pabrik yang terletak di antara petak jalan Krenceng-Merak menjadi penyebab utama gangguan tersebut.

"Terdapat keterlambatan perjalanan Commuter Line Merak (314) relasi Rangkasbitung-Merak akibat adanya kepulan asap kimia pasca terjadinya ledakan di area pabrik diantara petak jalan Krenceng-Merak," demikian bunyi keterangan dari KCI.

Manajemen KCI menyampaikan permintaan maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang timbul akibat keterlambatan itu. Namun, mereka memastikan bahwa perjalanan kereta api telah kembali normal setelah situasi dianggap aman. "Saat ini perjalanan Commuter Line Merak (314) telah diberangkatkan kembali," tulis KCI dalam pernyataan lanjutan.

Sementara itu, aparat kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan di pabrik kimia PT MCCI, tempat ledakan tersebut terjadi. "Baru di TKP mau masuk, kita cek dulu ya," ujarnya saat dikonfirmasi pada hari yang sama.

Satreskrim Polres Cilegon telah menerjunkan tim Inafis untuk menyelidiki penyebab pasti ledakan. Hingga saat ini, serangkaian pemeriksaan masih berlangsung di lokasi kejadian guna mengumpulkan bukti dan keterangan awal.

Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Warga sekitar mendengar suara dentuman keras yang kemudian disusul oleh bunyi sirine dari arah pabrik. Kepulan asap putih pekat langsung memenuhi ruang udara di kawasan Gerem dan sekitarnya.

Salah seorang warga bernama Faturrohmi, yang rumahnya berjarak sekitar tiga kilometer dari pabrik, mengaku merasakan dampak ledakan meskipun dari jarak yang cukup jauh. "Kalau yang saya rasakan cuma tadi ada ledakan kemudian ada suara sirine. Itu dari PT MCCI, bau menyengatnya itu kayak ban terbakar di sekitar Gerem," katanya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar