Haaland Kunci Sepatu Emas Ketiga, Kokohkan Dominasi di Liga Inggris

- Senin, 25 Mei 2026 | 03:45 WIB
Haaland Kunci Sepatu Emas Ketiga, Kokohkan Dominasi di Liga Inggris

Erling Haaland kembali menegaskan statusnya sebagai predator paling mematikan di Liga Inggris. Penyerang Manchester City itu dinobatkan sebagai peraih Sepatu Emas musim 2025/2026 setelah mengoleksi 27 gol, unggul lima gol dari pesaing terdekatnya, Igor Thiago dari Brentford, yang berada di posisi kedua dengan 22 gol.

Gelar ini menjadi yang ketiga bagi pemain asal Norwegia berusia 25 tahun itu sepanjang kariernya di kompetisi kasta tertinggi Inggris. Sebelumnya, Haaland juga meraih penghargaan yang sama pada musim 2022/2023 dan 2023/2024. Pencapaian ini sekaligus mempertegas dominasinya di lini depan Liga Inggris dalam beberapa musim terakhir.

Musim lalu, Sepatu Emas diraih oleh penyerang Liverpool, Mohamed Salah, dengan 29 gol. Namun, Haaland kembali merebutnya musim ini dengan performa yang konsisten. Pada musim debutnya bersama Manchester City, ia bahkan mencetak 36 gol, sebuah rekor yang menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak dalam satu musim Liga Inggris.

Di sisi lain, persaingan perebutan gelar top skor musim ini juga diwarnai oleh nama-nama lain. Antoine Semenyo, rekan setim Haaland di Manchester City, menempati posisi ketiga dengan 17 gol. Pemain asal Ghana itu tampil impresif setelah bergabung dari Bournemouth pada bursa transfer Januari.

Penyerang Aston Villa, Ollie Watkins, menjadi pemain Inggris tersubur musim ini dengan 16 gol. Dua golnya pada pekan terakhir turut membawa Villa menang 2-1 atas Manchester City dan mengamankan tiket ke Liga Champions. Sementara itu, Joao Pedro dari Chelsea dan Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest sama-sama mengoleksi 15 gol.

Adapun Viktor Gyokeres dari Arsenal dan Dominic Calvert-Lewin yang memperkuat Leeds United menutup musim dengan masing-masing 14 gol. Berdasarkan laman resmi Liga Premier Inggris, daftar lengkap top skor musim 2025/2026 menunjukkan dominasi Haaland yang sulit tertandingi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar