Sebuah momen dalam pertemuan bilateral antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping memicu perdebatan sengit di jagat maya, bukan karena substansi pembicaraan, melainkan karena detail teknis yang tampak sepele: tinggi kursi tempat duduk kedua pemimpin dunia tersebut. Dalam rekaman video yang beredar luas, Xi tampak duduk di atas sofa yang terlihat lebih tinggi dibandingkan kursi Trump, menimbulkan spekulasi mengenai adanya pengaturan khusus di balik tata ruang pertemuan bersejarah itu.
Sejumlah pengguna media sosial, seperti diberitakan oleh The Economic Times pada Senin (18/5/2026), ramai memperdebatkan apakah Trump sengaja dibuat tampak lebih pendek selama pertemuan berlangsung. Perdebatan ini terutama marak di platform X dan berbagai kanal media sosial lainnya, di mana unggahan video pertemuan tersebut menjadi viral dalam waktu singkat.
Seorang pengguna media sosial X mengklaim bahwa perbedaan tinggi kursi tersebut bukanlah kebetulan. Dalam unggahannya, ia menuliskan bahwa sofa yang diduduki Xi Jinping jelas lebih tinggi daripada sofa yang diduduki Trump, meskipun secara fisik Trump memiliki keunggulan tinggi badan sekitar sepuluh sentimeter di atas Xi. “Sofa itu pasti dibuat khusus. CCP (Partai Komunis China) tidak ragu-ragu merencanakan detail ini,” tulisnya sembari menyertakan rekaman video yang menjadi bukti.
Namun, di sisi lain, beredar pula unggahan lain yang memberikan penjelasan berbeda. Sejumlah warganet justru mengklaim bahwa Trump sendiri yang telah menyingkirkan bantal dari kursinya sebelum duduk, sehingga posisi duduknya menjadi lebih rendah dibandingkan tuan rumah. Klaim ini menambah lapisan baru dalam perdebatan yang belum menemukan titik terang tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari kedua pihak yang mengonfirmasi atau membantah spekulasi yang berkembang. Perbedaan interpretasi atas momen tersebut terus menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pengamat politik dan netizen internasional.
Artikel Terkait
AS Perketat Pengawasan Imigrasi dan Tangguhkan Visa bagi Pelancong dari Wilayah Terdampak Ebola
Ancelotti Buka Suara soal Panggil Neymar ke Timnas Brasil: Bukan Sekadar Cadangan
Kejagung Lelang Replika Kursi Firaun Rp43 Juta, Aset Sitaan Kasus Korupsi PT Asabri
DPR Apresiasi Layanan Mecca Route yang Percepat Proses Keberangkatan Jemaah Haji Indonesia