Tekanan ekonomi yang berkepanjangan akibat embargo Amerika Serikat dan krisis energi yang parah menjadi pokok pembicaraan dalam pertemuan antara Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau, dengan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri. Pertemuan yang berlangsung di kediaman Megawati di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (18/5/2026) itu juga membahas peluang kerja sama di bidang kesehatan dan riset ilmiah.
Dalam dialog yang berlangsung tertutup tersebut, Megawati tampak didampingi oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, serta Direktur Hubungan Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan. Sementara itu, Dubes Grau memanfaatkan kesempatan ini untuk memaparkan secara langsung kondisi sulit yang tengah dihadapi negaranya, terutama akibat tekanan ekonomi yang terus digencarkan oleh Amerika Serikat.
Grau menjelaskan bahwa berbagai analis menggambarkan situasi saat ini sebagai krisis ekonomi terburuk di Kuba sejak ‘Periode Khusus’ pada era 1990-an, pasca runtuhnya Uni Soviet. Krisis energi dan listrik yang parah turut menghantam sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Kuba. Langkah-langkah tambahan dari AS yang membatasi pengiriman bahan bakar dan jalur pelayaran disebut semakin memperparah tekanan yang ada.
Di tengah pembahasan mengenai kesulitan ekonomi itu, Megawati menekankan pentingnya solidaritas antarbangsa yang merdeka dan berdaulat. Ia mendorong agar perjuangan melawan tekanan sepihak tersebut terus dilakukan, salah satunya melalui jalur diplomatik di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selain membahas persoalan geopolitik, pertemuan itu juga menyoroti potensi kerja sama ilmiah yang konkret. Salah satu agenda utama adalah kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di bidang kesehatan, khususnya dalam pengembangan obat kanker, vaksin halal, serta berbagai jenis obat-obatan lainnya. Kerja sama ini diharapkan dapat diperluas hingga ke Kementerian Kesehatan dan sejumlah rumah sakit, seperti Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON).
“Kepada Dubes Kuba, Ibu Megawati mengatakan kesehatan penting sekali untuk rakyat sehingga ketika saat menjabat presiden berinisiatif membangun RS PON,” jelas Hasto dalam keterangan resmi yang diterima usai pertemuan.
Suasana pertemuan juga diwarnai dengan nostalgia ketika Megawati menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Kuba pada tahun 2011 lalu. Ia mengingat secara detail sistem insentif yang diterapkan di pabrik cerutu setempat, di mana pekerja berhak atas kelebihan produksi yang melampaui target. “Ibu Mega bernostalgia ketika berkunjung ke Kuba melihat secara langsung pabrik cerutu. Ternyata ada insentif bagi pekerja yang bisa mencapai target, kemudian ketika ada produksi lebih dari target maka kelebihan itu menjadi hak pekerja tersebut,” imbuh Hasto.
Di sisi lain, Dubes Grau juga memaparkan keberhasilan Kuba dalam program pemberantasan buta huruf yang telah berjalan efektif. Program tersebut, menurutnya, tidak hanya sukses di dalam negeri, tetapi juga telah diterapkan di 30 negara dan berhasil menjangkau lebih dari 10 juta orang. Cakupan program ini meliputi pendidikan dasar hingga teknologi terapan dan spesialisasi.
Sebagai simbol persahabatan, Grau menyerahkan beberapa cendera mata khas Kuba kepada Megawati, antara lain buket bunga mawar, parfum oles yang terbuat dari bunga Mariposa Putih bunga nasional Kuba serta cerutu khas negara tersebut. Menanggapi pemberian itu, Megawati spontan mengungkapkan bahwa ia juga telah menanam bunga Mariposa Putih di kebunnya di Bali. “Setelah menerima parfum, Ibu Mega spontan menjelaskan bahwa beliau juga telah memiliki bunga Mariposa Putih yang ditanam di kebunnya di Bali,” ujar Ahmad Basarah.
Sebagai balasan, Megawati memberikan miniatur Candi Borobudur dan satu set cangkir tradisional Indonesia. Dubes Grau pun sempat menunjukkan ketertarikannya pada sebuah lukisan yang menggambarkan Megawati kecil tengah dipangku oleh ayahnya, Presiden pertama RI Soekarno, yang kemudian dijelaskan langsung oleh Megawati.
Artikel Terkait
Prabowo Serahkan Enam Rafale, Rudal Meteor, dan Radar Canggih ke TNI untuk Perkuat Pertahanan Udara
92% Konsumen Tak Tahu Batas Usia Galon, KKI Desak Regulasi Masa Pakai Air Minum
PDIP Desak Jokowi Klarifikasi Ijazah saat Tur ke NTT
Prabowo Respons Santai Rupiah Tembus Rekor, Sebut Dampak Tak Terasa di Desa