Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan di balik penetapan jumlah 1.061 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang diresmikan pada Sabtu (16/5/2026). Angka tersebut bukanlah hasil perhitungan teknis semata, melainkan mengandung unsur numerologi yang berkaitan dengan kesukaan pribadi kepala negara terhadap angka delapan.
Dalam sambutannya di Nganjuk, Jawa Timur, Prabowo menjelaskan bahwa rencana awal peresmian mencakup 1.300 koperasi. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai faktor, ia meminta agar jumlah tersebut dikurangi menjadi 1.000 unit. “Tadinya mau diresmikan 1.300 sekian, tetapi sepertinya ada yang buru-buru, ada yang cari, akhirnya saya kira cukup 1.000 saja,” ujarnya.
Sementara itu, usulan perubahan angka datang dari Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. Ia mengingatkan bahwa Prabowo memiliki kegemaran terhadap angka delapan. Dari sinilah muncul gagasan untuk menetapkan jumlah 1.061 koperasi.
“Kemudian Ketua Dirut Agrinas Pangan ingat bahwa saya ini suka angka 8. ‘Jadi kalau begitu Pak enggak usah 1.300, 1.061 aja Pak jadi kalau 1 sama 6, 7, sama 1, 8’,” tutur Prabowo menirukan usulan tersebut.
Prabowo mengakui bahwa penetapan angka tersebut mengandung unsur “cocokologi” yang lazim ditemukan dalam budaya Indonesia. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa hal itu dimaksudkan sebagai penyemangat dalam menggerakkan program koperasi desa di seluruh tanah air.
Editor: Dewi Ramadhani
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Puji Inovasi Polri Olah Bongkol Jagung Jadi Briket Arang di Tengah Krisis Energi Global
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, BRIN Prediksi Tak Ada Perbedaan Penetapan
Iran Dikabarkan Latih Lumba-Lumba Bawa Ranjau untuk Serang Kapal Perang AS
Malut United Resmikan Akademi Merah Putih Hasil Kolaborasi dengan Benfica di Laga Kandang Terakhir