Chelsea dan Manchester City akan berhadapan dalam partai puncak Piala FA musim 2025/2026, sebuah pertemuan yang untuk pertama kalinya mempertemukan kedua raksasa Inggris itu di final turnamen tertua di dunia tersebut. Laga yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Wembley, London, pada Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 21.00 WIB, tidak hanya mempertaruhkan gelar bergengsi, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi The Blues yang tengah terpuruk.
Perjalanan Chelsea menuju final justru diwarnai gejolak internal. Manajemen klub mengambil keputusan mengejutkan dengan memecat pelatih Liam Rosenior sesaat sebelum laga semifinal melawan Leeds United. Keputusan berisiko itu sempat membuahkan hasil manis ketika mereka menang tipis 1-0 dan mengamankan tiket ke final FA Cup ke-16 sepanjang sejarah klub. Namun, momentum positif itu seketika meredup.
Sejak laga semifinal tersebut, Chelsea belum pernah merasakan kemenangan lagi. Dua pertandingan terakhir di semua kompetisi hanya menghasilkan satu kekalahan dan satu hasil imbang. Catatan di Liga Primer musim ini bahkan lebih memprihatinkan. Tim asuhan Calum McFarlane gagal meraih kemenangan dalam tujuh laga terakhir, termasuk hasil imbang 1-1 saat bertandang ke Liverpool akhir pekan lalu. Kini, Chelsea tertahan di peringkat kesembilan klasemen dengan 49 poin, dan peluang untuk berlaga di Liga Champions musim depan sudah tertutup.
Kondisi itu membuat final Piala FA menjadi satu-satunya jalur bagi Chelsea untuk kembali ke kompetisi Eropa, tepatnya Liga Europa musim depan. Tekanan pun semakin besar mengingat sejarah buruk The Blues di partai puncak. Dari lima penampilan final Piala FA terakhir, mereka menelan kekalahan sebanyak empat kali, termasuk tiga kekalahan beruntun.
Pelatih Chelsea, Calum McFarlane, mengakui adanya tekanan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu merupakan bagian dari tanggung jawab membesut klub sebesar Chelsea.
“Saat Anda berada di klub seperti ini, tekanan akan selalu ada. Ada tekanan untuk memenangkan setiap pertandingan, begitu juga dengan pertandingan ini kami harus menerima dan menghadapinya,” ujar McFarlane kepada BBC, Jumat, 15 Mei 2026.
Di sisi lain, Manchester City datang ke Wembley dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Pep Guardiola saat ini menduduki peringkat kedua klasemen Liga Primer dengan 77 poin. Langkah mereka ke final ditempuh setelah mengalahkan Southampton 2-1 di semifinal. Di Liga Primer, The Citizens baru saja menekuk Crystal Palace 3-0 pada Kamis lalu, memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi sembilan laga beruntun di semua kompetisi.
Dominasi City atas Chelsea dalam beberapa musim terakhir juga menjadi modal berharga. The Citizens tidak terkalahkan dalam 13 pertemuan terakhir di semua kompetisi, dengan rincian 10 kemenangan dan tiga hasil imbang. Kekalahan terakhir Chelsea dari City terjadi pada final Liga Champions 2020/2021, yang sejak saat itu menjadi titik balik dominasi.
Meski diunggulkan, Guardiola justru menyoroti minimnya waktu persiapan timnya. City baru bertanding melawan Crystal Palace dua hari sebelum final, sementara Chelsea memiliki waktu pemulihan lebih panjang setelah laga kontra Liverpool akhir pekan lalu.
“Ini bukan skenario yang sempurna untuk mempersiapkan final karena kami sama sekali tidak berlatih sejak pertandingan terakhir melawan Crystal Palace. Namun, saya sangat mengandalkan apa yang harus kami lakukan dan kami akan mencobanya,” ujar Guardiola kepada Mirror, Jumat, 15 Mei 2026.
Dari sisi skuad, Chelsea mendapat angin segar dengan kembalinya Reece James dan Levi Colwill. James sebelumnya menepi akibat masalah hamstring, sementara Colwill pulih setelah menderita cedera ligamen lutut yang cukup serius. Namun, daftar pemain absen masih panjang. Robert Sanchez, Alejandro Garnacho, dan Pedro Neto masih dalam pemantauan intensif tim medis. Sementara itu, Jamie Gittens, Estevao, dan Jesse Derry dipastikan absen karena cedera, serta Mykhailo Mudryk yang terkena sanksi skorsing.
Di kubu Manchester City, perhatian utama tertuju pada kondisi gelandang andalan mereka, Rodri. Guardiola mengakui bahwa keputusan mengenai keikutsertaan Rodri di laga final baru bisa diambil pada saat-saat terakhir menjelang pertandingan. “Kita akan lihat. Kami akan berangkat dan kita akan lihat,” ucap Guardiola merujuk kepada kesiapan Rodri, dikutip dari OneFootball.
Berdasarkan catatan lima pertemuan terakhir, dominasi City atas Chelsea sangat nyata. Pada 12 April 2026, Chelsea takluk 0-3 dari City. Sebelumnya, pada 4 Januari 2026, kedua tim bermain imbang 1-1. Pada 25 Januari 2025, City menang 3-1, dan pada 18 Agustus 2024, Chelsea kalah 0-2. Terakhir, pada 20 April 2024, City menang 1-0. Dari lima laga tersebut, City meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Final Piala FA 2026 ini menjadi ujian berat bagi Chelsea untuk memutus rantai hasil negatif dan membawa pulang trofi ke London Barat. Di sisi lain, City berpeluang menambah koleksi gelar mereka di bawah asuhan Guardiola. Pertandingan ini akan disiarkan secara langsung melalui layanan streaming resmi Vidio.
Artikel Terkait
Iran Dikabarkan Latih Lumba-Lumba Bawa Ranjau untuk Serang Kapal Perang AS
Malut United Resmikan Akademi Merah Putih Hasil Kolaborasi dengan Benfica di Laga Kandang Terakhir
KSPSI Tegaskan Pembangunan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk Tidak Gunakan APBN, Biaya Capai Rp3,8 Miliar
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung Serentak Polri di Tuban, Target Perkuat Swasembada Pangan