Persaingan menuju gelar juara Super League musim 2025/2026 memasuki babak paling krusial, di mana Persib Bandung dan Borneo FC tidak hanya memperebutkan trofi, tetapi juga berpotensi mencatatkan rekor baru sebagai pemilik poin tertinggi sepanjang sejarah Liga 1.
Hingga pekan ke-32, kedua tim sama-sama mengoleksi 75 poin di puncak klasemen sementara. Dengan dua pertandingan tersisa, masing-masing masih berpeluang menutup musim dengan raihan maksimal 81 poin. Jika skenario itu terwujud, rekor poin juara tertinggi di era kompetisi modern dipastikan akan pecah.
Rekor sebelumnya dipegang oleh Bali United dan PSM Makassar, yang sama-sama finis dengan 75 poin. Bali United menorehkan catatan itu saat menjuarai Liga 1 musim 2021/2022, dengan rincian 23 kemenangan, enam hasil imbang, dan lima kekalahan. Pada musim tersebut, Serdadu Tridatu unggul enam poin atas Persib yang menjadi runner-up.
Sementara itu, PSM Makassar menyamai rekor tersebut pada musim 2022/2023. Juku Eja mengakhiri kompetisi dengan torehan 22 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan. Dominasi PSM saat itu terlihat jelas setelah mereka unggul sembilan poin atas Persija Jakarta di posisi kedua. Kini, catatan bersejarah itu berada di ambang pecah.
Persib Bandung dan Borneo FC menunjukkan performa luar biasa sepanjang musim. Persib mampu menjaga konsistensi sejak putaran pertama dan beberapa kali memperlihatkan mental juara dalam laga-laga krusial. Di sisi lain, Borneo FC tampil agresif dengan produktivitas gol tinggi dan menjadi pesaing terkuat Maung Bandung hingga pekan-pekan akhir.
Dengan poin yang identik, perebutan gelar juara dipastikan berlangsung ketat hingga laga terakhir. Bukan hanya trofi yang dipertaruhkan, kedua tim kini juga mengemban misi tambahan untuk menorehkan sejarah baru di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Musim 2025/2026 dapat disebut sebagai salah satu musim paling kompetitif dalam sejarah Liga 1. Pada musim-musim sebelumnya, perebutan gelar biasanya mulai condong ke satu tim menjelang akhir kompetisi. Namun kali ini, Persib dan Borneo FC terus saling menempel hingga pekan ke-32.
Tingginya koleksi poin kedua tim mencerminkan peningkatan kualitas kompetisi. Jika salah satu dari mereka mampu menembus 81 poin, pencapaian itu bukan sekadar gelar juara biasa, melainkan simbol dominasi luar biasa sepanjang musim. Lebih dari itu, capaian tersebut juga menunjukkan bahwa standar persaingan di Super League kini jauh lebih tinggi dibanding beberapa musim sebelumnya. Kini, publik tinggal menunggu siapa yang akan keluar sebagai juara sekaligus pemegang rekor baru poin tertinggi di era Liga 1.
Editor: Agus Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Veda Ega Tunjukkan Peningkatan Kecepatan di FP2 Moto3 Catalunya, Finis ke-13
Persinas ASAD Sulsel Gelar Musprov, Targetkan Cetak Pesilat Berprestasi dan Perkuat Sinergi dengan IPSI
Hyundai Hillstate Sempat Ragu Rekrut Megawati karena Riwayat Cedera Lutut
Deco Terbang ke London, Barcelona Percepat Negosiasi Transfer Joao Pedro dari Chelsea