Satu dari Tiga Penderita Diabetes Berisiko Alami Kebutaan Akibat Gula Darah Tinggi

- Kamis, 14 Mei 2026 | 22:15 WIB
Satu dari Tiga Penderita Diabetes Berisiko Alami Kebutaan Akibat Gula Darah Tinggi

Penyakit diabetes kerap dijuluki sebagai “pembunuh senyap” karena penderitanya sering kali merasa sehat meskipun kadar gula darah telah berada di atas ambang normal. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi serius, salah satunya adalah gangguan penglihatan yang berujung pada kebutaan permanen.

Dalam program Go Healthy, praktisi kesehatan Yohanes Kurniawan mengungkapkan bahwa satu dari tiga penderita diabetes berisiko mengalami kebutaan. Ia menjelaskan bahwa tingginya kadar gula darah menyebabkan darah menjadi lebih kental, sehingga aliran oksigen dan nutrisi menuju organ mata menjadi terhambat.

“Gangguan terjadi pada pembuluh darah di retina, yaitu bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya. Akibatnya, pandangan menjadi kabur, ketajaman penglihatan menurun, hingga muncul bayangan hitam,” ujar Yohanes.

Kondisi ini menuntut perhatian serius karena kerusakan pada retina sering kali tidak dapat dipulihkan. Oleh karena itu, deteksi dini dan pengelolaan kadar gula darah menjadi langkah krusial dalam mencegah komplikasi mata pada penderita diabetes.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar