Hanya beberapa pekan sebelum kick-off Piala Dunia 2026, gelombang kejutan mengguncang internal Timnas Curacao. Federasi Sepak Bola Curacao (FFK) secara resmi mengumumkan pengunduran diri Fred Rutten dari kursi pelatih kepala pada Senin (11/5). Keputusan ini diambil setelah serangkaian pembicaraan yang disebut “terbuka dan konstruktif” antara Rutten dan Presiden FFK, Gilbert Martina.
Tekanan yang datang dari internal skuad dan pihak sponsor menjadi pemicu utama mundurnya pelatih asal Belanda tersebut. Mereka menginginkan kembalinya figur legendaris, Dick Advocaat, yang sebelumnya sukses membawa Curacao lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Meski FFK sempat membela Rutten pekan lalu, sang pelatih akhirnya memilih meletakkan jabatan demi menjaga kondusivitas tim.
Dalam pernyataan resminya, Rutten menegaskan bahwa langkah ini diambil semata-mata untuk kepentingan profesionalisme skuad.
“Iklim yang merusak hubungan profesional yang sehat antara pemain dan staf tidak boleh dibiarkan muncul. Mundur adalah keputusan yang bijaksana. Waktu terus mendesak dan Curacao harus melangkah maju,” ujarnya.
FFK mencatat bahwa Rutten bukanlah akar permasalahan dari konflik internal yang terjadi. Namun, ia tidak ingin menjadi penghalang bagi keharmonisan tim di ruang ganti, terutama menjelang ajang paling bergengsi di dunia sepak bola.
Sementara itu, laporan dari Sky Sports Belanda menyebutkan bahwa pintu kini terbuka lebar bagi Dick Advocaat untuk kembali memimpin La Familia Azul. Pelatih berusia 78 tahun itu sebelumnya mundur pada Februari lalu karena alasan keluarga, yakni untuk merawat putrinya yang sakit parah. Kini, seiring membaiknya kondisi sang putri, Advocaat dikabarkan siap kembali ke pinggir lapangan.
Jika resmi ditunjuk, Advocaat tidak hanya akan menjadi nahkoda bagi Curacao di turnamen akbar tersebut, tetapi juga akan mencatatkan namanya dalam buku sejarah. Ia berpotensi menjadi pelatih tertua sepanjang sejarah yang pernah mendampingi tim di putaran final Piala Dunia.
Tantangan berat sudah menanti di depan mata. Curacao tergabung dalam Grup E dan dijadwalkan melakoni laga perdana melawan raksasa Eropa, Jerman, di Houston pada 15 Juni mendatang. Dengan waktu yang semakin sempit, FFK diharapkan segera meresmikan suksesor Rutten guna mematangkan persiapan taktis tim.
Artikel Terkait
PPIH Imbau Jemaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Fisik dan Kendalikan Penyakit Bawaan di Tanah Suci
Ledakan Beruntun di Gudang Bahan Kimia Kalideres, Puluhan Botol Terlempar ke Udara
Usyk Intensifkan Latihan Hadapi Legenda Kickboxing Verhoeven di Piramida Giza
Jadwal Imsak dan Salat Surabaya Selasa 12 Mei 2026: Subuh Pukul 04.13, Magrib Waktu Buka Puasa 17.23 WIB