Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menimbulkan korban jiwa. Tiga orang pendaki ditemukan tewas setelah tertimbun material vulkanik yang cukup tebal di sekitar area kawah.
Tim SAR gabungan yang diterjunkan ke lokasi kejadian telah memutuskan untuk menutup operasi pencarian. Selain ketiga korban meninggal, sebanyak 17 pendaki lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Proses pencarian terhadap tiga pendaki yang sempat dinyatakan hilang berlangsung dalam beberapa tahap. Korban pertama yang ditemukan adalah seorang warga negara Indonesia bernama Enjel. Jasadnya berhasil ditemukan pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 14.30 WIT, sekitar 50 meter dari bibir kawah Gunung Dukono.
Sementara itu, dua korban lainnya merupakan warga negara Singapura. Mereka diidentifikasi sebagai Heng Wen Qiang Timothy, berusia 30 tahun, dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid, berusia 27 tahun. Kedua jasad warga asing tersebut baru ditemukan pada hari ketiga pencarian, tepatnya Minggu, 10 Mei 2026.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR gabungan resmi dihentikan. Tim kini fokus pada proses evakuasi dan identifikasi lebih lanjut terhadap para korban.
Artikel Terkait
DPRD Banten Temukan Puluhan Sekolah Swasta Gratis Masih Tarik Iuran, Desak Evaluasi Total
Menteri Transmigrasi Dorong Industrialisasi Kelapa di Halmahera Utara, Buka 4.000 Lapangan Kerja
DPR, DPD, dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Remaja Hasil Pendidikan Integratif di Magelang