Penggerebekan besar-besaran terhadap markas judi online di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, berhasil mengamankan sedikitnya 321 orang. Polri memastikan pengusutan kasus ini tidak akan berhenti pada pelaku di tingkat bawah, melainkan terus dikembangkan hingga ke jaringan paling atas.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menyatakan bahwa operasi yang dilakukan pada Kamis (7/5) itu baru merupakan langkah awal. Dari seluruh individu yang diamankan, pihaknya menduga posisi tertinggi yang terjaring baru sebatas koordinator.
“Kita tetap berkomitmen untuk melakukan pengusutan sampai dengan ke atasnya,” ujar Wira dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Ia menegaskan bahwa pengusutan akan terus berlanjut guna membongkar struktur sindikat secara menyeluruh. Menurutnya, para koordinator yang ditangkap memiliki peran yang berbeda-beda sesuai dengan jenis pekerjaan masing-masing dalam jaringan judi online tersebut.
“Yang sekarang ini hanya ada taraf sebagai koordinator dari masing-masing jenis pekerjaan yang mereka, atau peran daripada mereka para pelaku ini,” jelasnya.
Sementara itu, polisi masih mendalami keterkaitan para tersangka dengan aktor intelektual di balik operasional bisnis haram tersebut. Penggerebekan ini menjadi sinyal keras bahwa aparat tidak akan memberi ruang bagi praktik perjudian daring yang selama ini meresahkan masyarakat.
Artikel Terkait
Lena Karolina Dirikan Sekolah Eksplorasi di Jakarta Timur, Tawarkan Alternatif Pendidikan yang Memanusiakan
Roma Comeback Dramatis di Injury Time, Kalahkan Parma 3-2
Kejagung Pamerkan Ferrari hingga Tas Mewah Hasil Rampasan di CFD Jakarta, Target Lelang Rp 100 Miliar
Polisi Tangkap Pria Bersajam Viral di Maros yang Sempat Buron dan Berpindah Tempat