Warga Jakarta yang tengah menikmati suasana car free day (CFD) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu pagi mendapati pemandangan yang tak biasa. Sebuah mobil Ferrari merah, Porsche silver, serta motor Harley-Davidson Road Glide terparkir rapi di depan Gate 6, menarik perhatian banyak orang. Ternyata, deretan barang mewah tersebut merupakan hasil rampasan perkara yang tengah dilelang oleh Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung (BPA Kejagung).
Tak hanya kendaraan mewah, sejumlah barang bernilai tinggi lainnya juga turut dipamerkan. Mulai dari motor Ducati, tas mewah bermerek Hermes, Dior, Louis Vuitton, hingga Chanel, serta perhiasan berupa kalung, cincin, gelang, dan bahkan lukisan emas. Seluruh barang tersebut dapat dilihat langsung oleh masyarakat yang beraktivitas di area CFD Sudirman. Warga pun berkesempatan mengecek harga serta mempelajari cara membuka akun lelang di lokasi yang sama.
Kepala BPA Kejagung, Kuntadi, menjelaskan bahwa pameran ini digelar bukan sekadar untuk memajang barang. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ajang sosialisasi tata cara lelang sekaligus sarana mengukur integritas lembaga yang dipimpinnya.
“Acara ini kami adakan untuk lebih membuka diri, untuk lebih mengukur integritas kita, untuk lebih mempercepat proses penjualan dalam rangka pemulihan kerugian negara, dalam rangka pemulihan kerugian masyarakat sebagai korban dari tindak pidana,” ujar Kuntadi di lokasi.
Secara keseluruhan, BPA Kejagung melelang sebanyak 400 barang aset rampasan negara. Sebagian dari barang-barang tersebut memang sengaja dipamerkan saat CFD Jakarta untuk menarik minat publik. Dari seluruh barang yang dilelang, Kejagung menargetkan nilai penjualan mencapai Rp 100 miliar.
“Tentunya kami punya target. Untuk PNBP (penerimaan negara bukan pajak) sendiri kami punya target Rp 3 triliun sekian. Tapi untuk kegiatan BPA Fair ini kami menargetkan Rp 100 miliar. Barang yang kami pajang untuk bisa laku terjual Rp 100 miliar,” kata Kuntadi.
Ia menambahkan, dari total 400 barang yang diupayakan untuk dijual, sekitar 300 unit telah dinyatakan siap dilelang setelah melalui proses penilaian. Barang-barang tersebut mencakup berbagai jenis aset, mulai dari kendaraan, tanah, rumah, perhiasan, lukisan, emas, hingga patung.
“Untuk kali ini dari 400 yang kami upayakan bisa kami jual, ternyata setelah dilakukan penilaian, yang sudah siap untuk dijual sekitar 300-an. Ada banyak, ada mobil, ada tanah, ada rumah, ada juga perhiasan, lukisan, emas, perhiasan juga ada, patung juga ada,” sambungnya.
Artikel Terkait
Peso Filipina Terus Tertekan Dolar AS Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Global
Dolar AS Menguat Didorong Data Ketenagakerjaan Solid dan Ketegangan AS-Iran
Pemerintah Tetapkan 14-15 Mei 2026 sebagai Libur Nasional dan Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus
Lena Karolina Dirikan Sekolah Eksplorasi di Jakarta Timur, Tawarkan Alternatif Pendidikan yang Memanusiakan