Israel Konfirmasi 175 Aktivis Armada Bantuan Gaza Akan Diturunkan di Yunani

- Jumat, 01 Mei 2026 | 01:45 WIB
Israel Konfirmasi 175 Aktivis Armada Bantuan Gaza Akan Diturunkan di Yunani

Israel mengonfirmasi bahwa puluhan aktivis dari armada bantuan yang mencoba menuju Gaza kini akan dibawa ke Yunani. Mereka akan turun di sana. Peristiwa ini terjadi di lepas pantai Kreta. Menurut Kementerian Luar Negeri Israel, sekitar 175 aktivis sudah diturunkan dari lebih dari 20 kapal. Kapal-kapal itu, kata mereka, sedang dalam perjalanan kembali ke Israel.

Jumat, 1 Mei 2026, berdasarkan laporan yang beredar, kapal-kapal itu dicegat saat masih di laut. Armada ini adalah yang terbaru dari para aktivis pro-Palestina. Misi mereka? Menerobos blokade Israel di Gaza. Tapi, ya, lagi-lagi mereka dihadang.

Di sisi lain, penyelenggara armada punya angka yang berbeda. Mereka bilang jumlah yang ditahan mencapai 211 orang. Salah satunya bahkan seorang anggota dewan kota Paris. Jadi, ada perbedaan data di sini soal berapa banyak yang benar-benar ditahan.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menulis di X. Katanya, koordinasi dengan pemerintah Yunani sudah berjalan. "Individu-individu yang dipindahkan dari kapal-kapal armada ke kapal Israel akan diturunkan di pantai Yunani dalam beberapa jam mendatang," tulisnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Yunani. "Atas kesediaannya untuk menerima para peserta armada," begitu katanya.

Sebelumnya, Helene Coron juru bicara Global Sumud Prancis ngomong dalam konferensi pers daring. Ia bilang operasi itu terjadi di dekat pulau Kreta. Jaraknya, katanya, "belum pernah terjadi sebelumnya" dari pantai Gaza. Agak dramatis memang, tapi begitulah yang ia sampaikan.

Lalu ada Yasmine Scola, seorang aktivis yang berada di atas kapal. Ia punya cerita lain. Rekan-rekannya, menurut dia, telah "diculik" oleh Israel. Kata-katanya keras, ya. Tapi itulah yang ia rasakan saat itu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar