Dirjen Dikti Tinjau Langsung UTBK-SNBT 2026 di USK, Pastikan Sistem Berjalan Objektif dan Bebas Kecurangan

- Kamis, 30 April 2026 | 19:45 WIB
Dirjen Dikti Tinjau Langsung UTBK-SNBT 2026 di USK, Pastikan Sistem Berjalan Objektif dan Bebas Kecurangan

Banda Aceh Suasana di Universitas Syiah Kuala (USK) terlihat sibuk, tapi tetap tertib. Kamis pagi itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, datang langsung meninjau pelaksanaan UTBK-SNBT 2026. Bukan sekadar jalan-jalan, pria itu ingin memastikan semuanya berjalan sesuai aturan.

Dua lokasi ujian dicek satu per satu: Gedung UPT TIK dan Fakultas Kedokteran. Di sana, ia melihat langsung bagaimana para peserta mengerjakan soal di layar komputer. Sistemnya, kata dia, bekerja stabil.

“Hari ini kami melakukan monitoring dan evaluasi langsung terhadap pelaksanaan UTBK dalam skema SNBT,” ujar Khairul Munadi, Kamis, 30 April 2026. “Ini bagian dari komitmen pemerintah agar proses seleksi nasional berjalan objektif, transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi.”

Menurutnya, SNBT punya peran yang cukup krusial. Bukan cuma soal masuk kampus, tapi juga soal membuka akses pendidikan tinggi yang lebih adil. Makanya, pengawasan langsung seperti ini penting, supaya semua tahapan seleksi benar-benar lancar dan tertib.

Dari hasil peninjauan, pelaksanaan UTBK di USK dinilai memuaskan. Sistem Computer-Based Test (CBT) berfungsi dengan baik. Protokol teknis dan SOP juga dijalankan sesuai standar.

“Mayoritas pelaksanaan ujian di pusat UTBK berjalan lancar dan stabil. Sistem CBT menunjukkan performa yang reliable. Dan ini tentu saja menggembirakan,” jelasnya, dengan nada optimis.

Di sisi lain, Kemdiktisaintek juga menegaskan satu hal: tidak ada toleransi untuk kecurangan. Sistem pengamanan berlapis sudah dipasang. Mulai dari randomisasi soal sampai pemantauan real-time. Semua diawasi.

“Jika ditemukan indikasi pelanggaran, maka akan dilakukan penelusuran menyeluruh disertai sanksi tegas sesuai ketentuan,” tegas Khairul Munadi.

Ia juga berpesan kepada para peserta. Ikuti ujian dengan jujur, percaya diri. Jangan coba-coba main-main.

“Kami akan terus melakukan monitoring hingga seluruh rangkaian ujian SNBT selesai. Kami pastikan setiap anak bangsa mendapat kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan tinggi. Tidak ada toleransi untuk semua bentuk kecurangan,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor USK, Mirza Tabrani, ikut angkat bicara. Ia mengapresiasi kelancaran acara di kampusnya. Kinerja panitia, menurutnya, profesional.

“Semangat ini harus terus kita jaga. Sebab profesionalitas dan kejujuran merupakan modal penting dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia yang lebih bermartabat,” ucapnya.

Cuaca di Banda Aceh siang itu terik, tapi suasana di dalam ruang ujian tetap tenang. Para peserta fokus pada layar masing-masing. Di luar, orang tua dan panitia menunggu dengan harapan. Semoga semuanya berjalan baik sampai akhir.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar