Korea Utara tengah dilanda kekeringan yang disebut "tidak biasa" dan "parah" tahun ini. Pemerintah setempat kini berusaha keras melindungi tanaman mereka.
Bencana alam seperti ini dampaknya bisa sangat besar bagi negara yang terisolasi itu. Soalnya, infrastruktur dan ekonominya memang lemah. Jadi, situasinya cukup genting.
Menurut Elizabeth Salmon, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Korea Utara, pada Februari lalu ia sudah memperingatkan bahwa kekurangan pangan sudah jadi perhatian utama di sana. Bukan hal baru, tapi tetap mengkhawatirkan.
Kantor berita pemerintah Korut, KCNA, melaporkan bahwa kekeringan yang tidak biasa ini terus berlanjut di sebagian besar wilayah. Fenomena seperti ini jarang terlihat di tahun-tahun sebelumnya.
"Para pekerja di berbagai wilayah memusatkan semua upaya untuk melindungi tanaman awal musim dari kekeringan," tulis KCNA, seperti dikutip AFP, Kamis (30/4/2026).
Laporan itu juga menyebutkan, kota dan kabupaten kini bertanggung jawab memperbaiki pintu air waduk dan saluran air. Semua itu dilakukan karena pasokan air berkurang drastis akibat kekeringan parah.
Di sisi lain, para pekerja juga menerapkan langkah-langkah teknis untuk meminimalkan kerusakan. Mereka berusaha meningkatkan ketahanan kekeringan pada gandum dan jelai. Tujuannya jelas: memastikan pertumbuhan tanaman awal musim tetap stabil.
Menariknya, Korea Selatan ekonomi terbesar keempat di Asia juga tak luput dari masalah serupa. Tahun lalu, mereka mengalami kekeringan berkepanjangan yang melanda kota pesisir Gangneung. Jadi, fenomena ini memang tidak hanya terjadi di satu sisi perbatasan.
Editor: Yuliana Sari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kemenimipas Serahkan 23 Pegawai ke Polisi dan BNN sejak Akhir 2024
Pemkot Yogyakarta Siapkan 15 Daycare Alternatif dan Pendampingan Psikolog untuk 104 Anak Korban Kekerasan
Wamendagri: Damkar, Satpol PP, dan Linmas Garda Depan Jaga Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat
Mobil Terbalik di Tol Jagorawi Usai Serempet Mobil Lain, Diduga Sopir Mengantuk