Presiden Prabowo Klaim Berhasil Kembalikan Arus Kekayaan Negara ke Rakyat Lewat Program Strategis

- Kamis, 30 April 2026 | 05:30 WIB
Presiden Prabowo Klaim Berhasil Kembalikan Arus Kekayaan Negara ke Rakyat Lewat Program Strategis

Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto bilang, pemerintah udah berhasil ngembaliin arus kekayaan negara yang sebelumnya kabur ke luar negeri. Kini, kata dia, uang itu dinikmati langsung sama rakyat. Caranya? Lewat penggelontoran anggaran ke berbagai program strategis. Misalnya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan pembangunan 3 juta rumah.

Nah, dana buat program-program ini katanya berasal dari hasil penghematan anggaran. Plus, uang negara yang berhasil diselamatkan dari praktik korupsi. "Uang yang tadinya pasti dikorupsi kita tahan, kita realokasi, kita gelontorkan ke rakyat. Salahnya apa?" ujar Prabowo. Ia menyampaikan itu saat menghadiri groundbreaking proyek hilirisasi di Cilacap, Rabu (29/4/2026).

Menurut Presiden, kebijakan membagikan kekayaan negara lewat program rakyat adalah langkah yang benar. Meski begitu, ia sadar kebijakan ini sering dikritik soalnya anggarannya gede banget. Tapi ya, di sisi lain, program-program ini dirancang buat menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung. Masif pula.

Soal Makan Bergizi Gratis, proyeksinya cukup mencengangkan. Program ini diperkirakan bisa menyerap sampai 1,5 juta tenaga kerja. Caranya dengan mengoperasikan 30 ribu unit dapur produksi. "Siapa yang tidak di pihak rakyat silakan. Saya terus. Saya selalu akan berada di pihak bangsa dan rakyat Indonesia," tegasnya. Komitmennya jelas: program ini bakal jalan terus.

Koperasi Desa Merah Putih juga punya target ambisius. Potensi penyerapan tenaga kerjanya diperkirakan lebih dari 1 juta orang. Bayangin aja, setiap satu unit koperasi butuh sedikitnya 18 orang buat operasional sehari-hari. Jadi, efeknya ke lapangan kerja lumayan besar.

Pemerintah, menurut sumber yang sama, menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai indikator utama keberhasilan realokasi anggaran. Bukan cuma itu. Ada juga penguatan sektor pendidikan lewat program Sekolah Rakyat. Semua ini, kata mereka, bagian dari upaya pemerataan kesejahteraan nasional. Entah bakal mulus atau tidak, kita lihat saja nanti.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar