Tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo dan KRL CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan duka yang dalam. Bukan cuma soal korban jiwa, peristiwa ini juga meninggalkan luka yang mengendap terutama buat mereka yang punya ikatan emosional dengan kejadian itu.
Gerbong wanita KRL CommuterLine, entah bagaimana, jadi saksi bisu yang paling pilu. Begitu kerasnya benturan, gerbong itu ringsek parah. Kini, setelah dievakuasi dari rel, ia terbaring di pinggir diam, tak bersuara.
Proses evakuasi sendiri baru rampung sekitar pukul 09.15 WIB tadi. Gerbong tersebut kemudian diletakkan di atas saluran air, persis di tepi jalur rel. Dari kejauhan, terlihat jelas gerbong itu ditutupi terpal biru besar, diikat dengan tali putih seadanya. Sederhana, tapi entah kenapa pemandangan itu terasa berat.
Meski tertutup terpal, sebagian badan gerbong masih bisa terlihat. Di beberapa bagian, kerusakannya cukup parah apalagi di ujung belakang. Titik itulah yang menjadi lokasi tabrakan langsung dengan Argo Bromo.
Di sisi lain, sisa-sisa puing masih berserakan di sekitar lokasi. Ada patahan AC yang nyangkut di atas gerbong, juga kepingan-kepingan kecil lain yang sulit diidentifikasi. Semua berantakan, seperti tak ada yang tersusun rapi lagi.
Untuk mengamankan area, petugas menancapkan beberapa bilah bambu di sekitar gerbong fungsinya mungkin sederhana, sekadar menahan agar tak bergeser. Tapi yang paling mencolok adalah garis kuning police line yang melingkar. Tanda itu jelas: bukan sembarang orang boleh mendekat.
Editor: Handoko Prasetyo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Bantaran Kali Anyar Solo, Polisi Selidiki Pembuangan
Israel Terus Bombardir Lebanon di Tengah Gencatan Senjata, 10 Tewas Termasuk Tim Penolong
Borneo FC Taklukkan Persik Kediri 1-0 di Stadion Brawijaya
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan ART