Kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang terjadi pada Senin, 27 April 2026 lalu, sampai sekarang masih terasa berat. Bukan cuma masyarakat biasa yang prihatin, banyak juga artis dan tokoh publik yang turun tangan. Salah satunya Raffi Ahmad.
Dia sempat datang langsung ke lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur, malam harinya. Waktu itu, banyak orang masih bertanya-tanya: ngapain sih Raffi ke sana? Apalagi statusnya sekarang sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Tapi menurut Raffi, alasannya sederhana.
"Oh, saya spontan aja datang tadi malam karena atas nama kemanusiaan. Terus di sana saya baru menjenguk korban-korban di sana," jelasnya ketika ditemui pada Selasa (28/4/2026).
Dia juga menambahkan, kabar terakhir yang dia dengar, proses evakuasi sudah selesai semua. "Sekarang evakuasi alhamdulillah sudah semuanya," ujarnya.
Suami Nagita Slavina ini memang terlihat cukup emosional saat berbicara. Katanya, dia hanya ingin memberikan dukungan moril. Bukan karena jabatan atau apa, tapi lebih karena panggilan hati. Ya, wajar saja kalau banyak yang penasaran dengan motifnya, tapi Raffi menegaskan bahwa kedatangannya murni spontan.
Nah, soal kronologi kejadiannya sendiri, begini ceritanya. Kecelakaan ini melibatkan KA Argo Bromo dan KRL. Awalnya, ada taksi listrik Green SM Indonesia yang tertemper KRL di perlintasan sebidang JPL 85. Nah, karena insiden pertama itu, KRL kedua yang menuju Cikarang terpaksa berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Masalahnya, KRL kedua itu berada di jalur yang sama dengan KA Argo Bromo Anggrek. Dan celakanya, kereta Argo Bromo melaju dengan kecepatan tinggi. Tabrakan pun tak terhindarkan. Bagian belakang gerbong KRL yang khusus untuk wanita dihantam cukup keras.
Peristiwa ini memang menyisakan duka yang dalam. Bukan cuma soal teknis atau investigasi, tapi juga soal bagaimana kita semua merespons musibah. Dan kehadiran Raffi Ahmad, setidaknya, jadi salah satu contoh bahwa kepedulian bisa datang dari mana saja.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah dan Kerentanan Energi Indonesia: Ketergantungan Impor Jadi Celah Krisis
Hakim Tegur Terdakwa Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS karena Melamun di Sidang
Polisi Periksa Sopir Taksi dan Masinis Usai Kecelakaan Maut di Perlintasan Bekasi, 16 Tewas
Prabowo Pastikan Danantara Lanjutkan Hilirisasi, Target 30 Proyek dan Serap 600 Ribu Tenaga Kerja