Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Terkendala, 6-7 Orang Masih Terjebak

- Selasa, 28 April 2026 | 07:30 WIB
Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Terkendala, 6-7 Orang Masih Terjebak

Selasa malam yang kelabu di Stasiun Bekasi Timur. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengonfirmasi masih ada sekitar enam sampai tujuh orang yang belum bisa dievakuasi. Mereka terjebak di dalam rangkaian kereta usai tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL terjadi.

"Di dalam kereta, masih ada 6-7 orang yang terjebak," kata Bobby, dikutip dari Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, bagian dari rangkaian Kereta Anggrek sudah dipotong. Setelah itu, kereta ditarik mundur perlahan. Prosesnya memang tidak mudah. Petugas bekerja hati-hati karena khawatir ada korban yang masih tersangkut di sela-sela puing.

Soal korban jiwa, per pukul 01.00 WIB tadi malam, tercatat empat orang meninggal dunia. Sementara itu, total penumpang yang berhasil dievakuasi dari dalam kereta mencapai 71 orang. Mereka semua dalam kondisi luka-luka.

"Kami akan melakukan perawatan yang sangat optimal untuk para penumpang yang menjadi korban," ujarnya, nadanya serius tapi tetap tenang.

Di sisi lain, Bobby juga menegaskan bahwa proses evakuasi akan terus dilakukan semaksimal mungkin. "Seperti yang kita lihat, masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam kereta," tambahnya.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Bobby membeberkan kronologi singkat. Peristiwa ini dipicu oleh adanya temperan Taksi Green SM di JPL 85. Lokasinya persis di perlintasan liar dekat stasiun.

"Kejadian ini jam 9 kurang. Diawali dengan adanya temperan taksi green SM (hijau) di JPL 85. Kami curiga, kejadian itu membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur jadi terganggu," jelas Bobby.

Namun begitu, untuk penyebab pasti dan detail teknisnya, pihak KAI menyerahkan semuanya kepada KNKT. "Kronologi lengkapnya, kami serahkan kepada KNKT untuk mencari tahu lebih detail penyebab kecelakaan kereta malam ini," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar