Bekasi Timur, Senin malam, jadi saksi bisu sebuah tragedi. Sebuah kecelakaan besar terjadi di jalur kereta api. KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line. Akibatnya, duka pun menyelimuti.
Empat orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, 38 penumpang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi darurat. Angka ini masih bisa berubah, tentu saja, karena proses pendataan masih terus berlangsung.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) angkat bicara. Mereka membenarkan telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di Daerah Operasi 1 Jakarta. Kecelakaan ini jelas mengganggu jadwal perjalanan kereta api yang ada.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resminya pada Senin (27/4/2026) malam, menyampaikan bahwa prioritas utama sekarang adalah penanganan korban. "Hingga saat ini, sebanyak 38 penumpang KRL telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Di sisi lain, nasib baik masih berpihak pada penumpang KA Argo Bromo Anggrek. Seluruhnya, yang berjumlah 240 orang, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sebuah kelegaan di tengah kepiluan.
Menurut Anne, pihaknya menyampaikan duka mendalam. "Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga," imbuhnya. Saat ini, kata dia, seluruh upaya difokuskan pada evakuasi dan penanganan korban. Keselamatan dan kondisi setiap penumpang adalah prioritas utama.
Lalu, ke mana saja para korban dibawa? Anne merinci, mereka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat. "Di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi," tuturnya.
Proses penanganan di lapangan berlangsung cepat. KAI bergerak bersama Basarnas, TNI, Polri, dan tim medis. Semua bahu-membahu memberikan pertolongan. Tujuannya satu: memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan secepat mungkin.
Tak hanya itu, KAI juga langsung melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan KRL. Kondisi jalur yang terdampak menjadi pertimbangan utama. Layanan kepada pelanggan, bagaimanapun, harus tetap berjalan secara bertahap.
"Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik," tegas Anne dalam pernyataannya.
Untuk pelanggan KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir, KAI menyiapkan layanan bus. Tujuannya untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju Stasiun Gambir. Sementara itu, seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen untuk sementara dihentikan. Langkah ini diambil demi mendukung proses penanganan dan memastikan keselamatan perjalanan.
"Berdasarkan data sementara, terdapat 4 orang penumpang KRL yang meninggal dunia," ungkap Anne. Ia pun menyampaikan dukacita yang mendalam serta belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Bagi pelanggan dan keluarga yang membutuhkan informasi lebih lanjut, KAI membuka saluran komunikasi. Bisa melalui WhatsApp di nomor 0811-2223-3121 atau menghubungi Call Center 121. Semoga proses penanganan berjalan lancar dan tidak ada lagi korban tambahan.
Artikel Terkait
Empat Korban Masih Terjebak di Gerbong Wanita KRL, Evakuasi Terhambat Ruang Sempit dan Alat Terbatas
RSUD Bekasi Data 53 Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Tiga Tewas
KAI Hentikan Sementara Seluruh Perjalanan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Demi Evakuasi Tabrakan Argo Bromo Anggrek dan KRL
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Tewaskan Lima Orang, Pengamat Desak Audit Manajemen KAI