Pemerintah Kabupaten Bogor Targetkan Pembangunan Flyover Bomang Tahun 2027

- Senin, 27 April 2026 | 14:10 WIB
Pemerintah Kabupaten Bogor Targetkan Pembangunan Flyover Bomang Tahun 2027
Pemerintah Kabupaten Bogor punya rencana besar. Mereka bakal membangun Flyover Bomang kependekan dari Bojonggede-Kemang pada tahun 2027 nanti. Jembatan layang ini dirancang untuk menghubungkan Jalan Bojonggede-Kemang dengan Jalan Raya Parung. "Kita mempersiapkan arah kebijakan pembangunan di tahun 2027, kita akan membangun Flyover Bomang," ujar Bupati Bogor, Rudy Susmanto, kepada wartawan pada Senin, 27 April 2026. Nah, sebelum sampai ke tahap pembangunan, proses lelangnya sendiri sudah dijadwalkan pada Desember tahun ini. Jadi, dalam hitungan bulan, proses administrasi besar itu bakal dimulai. Nantinya, flyover ini juga akan tersambung dengan Simpang Jampang-Bomang. "Di Desember 2026, lelang flyover akan kita mulai. Sehingga pada saat flyover sudah terbangun, terhubung sampai dengan Simpang Bomang, ke kiri ke arah Kemang, ke kanan ke arah Parung, lurus arah Ciseeng, kawasan tersebut kita tata bersama-sama," jelasnya. Di sisi lain, masih di sekitar Kemang, ada pekerjaan lain yang juga dikebut. Pemerintah berencana menormalisasi beberapa saluran irigasi. Salah satunya, mulai dari turunan Tol Salabenda hingga ke kawasan sekitarnya. "Di tahun 2026, kita pun akan melakukan normalisasi beberapa saluran irigasi, saluran sungai, mulai dari turun Tol Salabenda hingga sampai dengan Parung, Ciseeng, dan Kemang, sehingga penanganan banjir kita optimalkan," ungkapnya. Menyinggung soal penertiban pedagang kaki lima di Pasar Parung beberapa waktu lalu, Rudy bilang pihaknya sudah menyiapkan lokasi relokasi. Pemerintah, kata dia, punya dua lahan yang bisa dipakai. "Pertama di depan pasar ada 7.000 meter. Di seberang itu tanah kosong dua hektare, itu juga milik Pemerintah Kabupaten Bogor," pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar