Sabtu lalu, tepatnya 25 April, delegasi Amerika Serikat terbang ke Pakistan. Tujuannya? Memulai lagi perundingan damai dengan Iran. Tapi ini agak aneh soalnya Teheran sudah bilang, mereka tidak punya rencana untuk duduk satu meja dengan Washington di Islamabad.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Iran punya pandangan sendiri. Mereka bilang, sebenarnya AS sedang mencari jalan keluar yang "terhormat" dari perang. Perang yang menurut mereka dimulai sendiri oleh Amerika pada akhir Februari lalu.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, seperti dikutip dari kantor berita ISNA, mengatakan:
"Kekuatan militer kita saat ini dominan. Musuh, di pihak lain, sedang mencari cara untuk menyelamatkan muka agar bisa keluar dari rawa-rawa perang yang telah menjebaknya."
Perang ini sendiri pecah setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan besar-besaran ke Iran pada 28 Februari. Iran membalasnya dengan rudal dan drone yang diarahkan ke Israel dan beberapa negara Teluk tempat di mana aset militer AS ditempatkan. Lumayan sengit.
Untungnya, ada jeda. Gencatan senjata selama dua minggu disepakati, dimediasi oleh Pakistan, dan mulai berlaku sejak 8 April. Tapi, gencatan ini sifatnya sementara.
Putaran pertama perundingan damai sudah digelar di Islamabad minggu lalu. Tujuannya mulia: mengakhiri perang secara permanen. Sayangnya, hasilnya nihil. Nihil sama sekali.
Lalu, putaran kedua dijadwalkan pada Selasa, 21 April. Tapi batal. Iran bilang mereka belum siap. Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance pun urung terbang ke Pakistan. Jadi, ya, perundingan macet lagi.
Menjelang batas akhir gencatan senjata dua minggu itu, Presiden AS Donald Trump mengambil langkah sepihak. Dia memperpanjang gencatan senjata. Katanya, biar ada waktu lebih buat mempertemukan para negosiator lagi. Entahlah, apakah ini bakal berhasil atau cuma jadi sandiwara diplomatik lainnya.
Artikel Terkait
Indonesia Ungguli Kanada 3-1 di Piala Uber Usai Kemenangan Ganda Putri
Pembangunan Kantor Satpol PP Jakarta Mandek Akibat Efisiensi Anggaran
Arsenal Kunci Puncak Klasemen Usai Taklukkan Newcastle 1-0
NasDem Gelar Laboratorium Perubahan untuk Perkuat Kapasitas Kader Jelang Pemilu 2029