Menteri Angkatan Laut AS Mundur di Tengah Ketegangan dengan Iran

- Kamis, 23 April 2026 | 13:45 WIB
Menteri Angkatan Laut AS Mundur di Tengah Ketegangan dengan Iran

Kabar mengejutkan datang dari Pentagon. Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat, John Phelan, akan mengundurkan diri. Pengumuman itu disampaikan Departemen Pertahanan AS, Kamis (23/4/2026), dengan kata-kata yang singkat: "segera".

Ini bukan yang pertama. Awal bulan ini, tiga perwira senior, termasuk Jenderal Randy George, juga diberhentikan. Situasinya memang panas. AS saat ini terkunci ketegangan militer dengan Iran, yang membuat langkah ini makin menarik perhatian.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, cuma memberi pernyataan singkat di media sosial. "Phelan meninggalkan pemerintahan, berlaku segera," tulisnya, seperti dilaporkan AFP. Posisinya untuk sementara akan diisi oleh Wakil Menteri, Hung Cao.

Lantas, apa penyebabnya? Pentagon tutup mulut. Tapi, menurut laporan media Axios, Menteri Pertahanan Pete Hegseth-lah yang memecat Phelan.

Seorang sumber yang mengetahui dinamika internal mengungkapkan alasan di baliknya.

"Phelan tidak mengerti bahwa dia bukan bos. Tugasnya adalah mengikuti perintah yang diberikan, bukan mengikuti perintah yang menurutnya harus diberikan," kata sumber itu pada Axios.

Intinya, mereka tidak akur. Hegseth dan Phelan.

Memang, hubungan Phelan dengan Presiden Donald Trump disebut-sebut cukup baik. Nah, di situlah masalahnya. Ketegangan justru muncul karena Phelan kerap berkomunikasi langsung dengan Trump, melewati atasan langsungnya.

Menurut sebuah sumber, Hegseth menilai sang menteri terlalu sering melangkahi rantai komando. Praktik seperti itu jelas tidak disukai dalam budaya militer.

Semua ini terjadi di tengah kebuntuan yang berbahaya di laut. Iran, sebagai pembalasan atas blokade angkatan laut AS, sudah menutup Selat Hormuz tanpa batas waktu. Teheran bersikukuh, blokade AS harus dicabut dulu sebelum mereka mau membuka kembali selat vital itu. Situasi genting, dan di tengahnya, terjadi pergantian pucuk pimpinan di Angkatan Laut AS.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar