Sebuah ambulans relawan di Kapanewon Depok, Sleman, ternyata jadi korban penipuan. Yang bikin geram, pelaku diduga adalah debt collector pinjaman online. Kejadian ini langsung ramai diperbincangkan setelah video ambulans datang ke sebuah lokasi diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Dalam rekaman itu, terlihat jelas ambulans datang, tapi sama sekali tak ada situasi darurat medis. Malah, urusannya cuma penagihan utang pinjol.
Menurut Aziz Apri Nugroho, admin Ambulans Mercy Jogja, semua berawal dari telepon masuk sekitar pukul tiga sore. Nomornya tak dikenal.
"Awalnya ditelepon nomor asing, diminta mendatangi lokasi. Katanya ada pasien emergency minta diantar ke Rumah Sakit Panti Rapih," cerita Aziz saat dikonfirmasi.
Permintaan itu lalu diserahkan ke sopir ambulans, Muklis, untuk segera menuju Caturtunggal, Depok. Tapi apa yang ditemukan di sana? Kosong melompong. Tak ada pasien. Bahkan warga sekitar menyebut orang yang dicari sudah lama pindah rumah.
"Sudah sampai sana ternyata nggak ada pasiennya. Warga juga bilang orang yang dicari sudah pindah sejak tiga tahun lalu," ujarnya.
Yang menarik, ambulans bukan satu-satunya yang dikerjai. Petugas Damkar Sleman juga datang ke tempat yang sama dengan laporan yang berbeda sama sekali.
"Damkar juga sampai situ. Katanya dapat laporan ular," tambah Aziz.
Pelakunya rupanya cukup detail. Identitas pasien, alamat lengkap, bahkan titik lokasi lewat peta digital dikirimkan. Mereka bahkan sempat menyebut soal biaya.
"Nelpon itu menyebut nama pasien, alamat lengkap, sampai maps juga dikirim. Kalau kami kan ambulans infak saja. Kalau nggak mampu gratis nggak apa-apa. Tapi tadi sempat juga ngomong nominal sekitar Rp 300 ribu, tapi disuruh minta yang bersangkutan," jelasnya panjang lebar.
Setelah sadar ditipu, Aziz dan tim mencoba menghubungi balik nomor itu. Di sinilah motif sebenarnya mulai terbuka. Si penelepon mengaku dari pinjol.
"Pas ditelepon balik, sempat mengaku dari pinjol. Pinjol rakyat, katanya. Tapi setelah itu dihubungi, di-VC juga nggak diangkat," katanya.
Sayangnya, ini bukan pengalaman pertama bagi mereka. Aziz mengungkapkan, ini sudah kali ketiga ambulansnya menerima panggilan fiktif dengan modus serupa.
"Ini sudah ketiga kalinya kena. Yang pertama dulu sekitar empat tahun yang lalu kena, disuruh antar jenazah di Condongcatur, ternyata nggak ada. Yang kedua itu (sekitar) dua tahun lalu di daerah Mlati," ungkapnya dengan nada kesal yang wajar.
Artikel Terkait
Menlu: Prabowo Rencanakan Kunjungan Kenegaraan ke Prancis dalam Waktu Dekat
Sinergi Holding Ultra Mikro Dongkrak Kinerja PNM, Aset Tembus Rp57 Triliun
Orang Tua Laporkan Manajer Kursus ke Polisi Diduga Lakukan Kekerasan Verbal dan Ujaran Kebencian
Bocah 2 Tahun di Lombok Tengah Selamat Usai Merayap di Atap Genteng