Jakarta: Kabar resmi akhirnya turun dari Meksiko. Rafael Márquez Alvarez, sang legenda Barcelona yang akrab disapa Rafa, dipastikan bakal memegang kendali tim nasional Meksiko. Tapi, jangan buru-buru membayangkannya di pinggir lapangan saat Piala Dunia 2026 nanti. Tugas barunya sebagai pelatih El Tri itu baru akan benar-benar dimulai setelah pesta sepak bola global itu usai.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Duilio Davino, Direktur Olahraga Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF).
"Kontrak Rafa sudah ditandatangani dan stafnya kini sudah resmi ditunjuk hampir sekitar 80 persen siap," kata Davino, seperti dilansir dari The Athletic, Rabu lalu.
Menariknya, FMF tak hanya mengandalkan nama besar Márquez. Mereka juga sedang merayu legenda lain untuk bergabung dalam staf kepelatihan. Salah satu nama yang disebut adalah Andrés Guardado, bekas kapten timnas yang karirnya moncer.
"Andrés akan menjadi opsi (bergabung dengan staf kepelatihan Rafa)," ungkap Duilio, membuka kemungkinan kolaborasi menarik antara dua ikon sepak bola Meksiko.
Karakter Kuat di Balik Pilihan FMF
Lantas, mengapa Márquez yang dipilih? Ternyata, federasi punya alasan yang cukup kuat. Mereka melihat sosoknya sebagai figur yang tepat untuk mengatur dinamika ruang ganti timnas yang kerap jadi sorotan. Bukan cuma itu, karakter kuat yang melekat pada dirinya, baik di dalam maupun luar lapangan, jadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
"Di luar lapangan, Marquez adalah pemain yang mempunyai kepribadian yang besar. Di dalam lapangan saat ini, dia telah berperan sangat penting sebagai asisten dan pelatih. Rafa adalah orang yang bisa memimpin," terang Duilio menjelaskan keyakinannya.
Proyeksi Jangka Panjang di Tengah Tanda Tanya
Márquez, yang berusia 47 tahun, diproyeksikan bakal menangani El Tri hingga Piala Dunia 2030. Sebuah komitmen jangka panjang yang ambisius. Namun begitu, satu pertanyaan besar mengemuka: pengalaman.
Harus diakui, jam terbang El Kaiser julukan Márquez sebagai pelatih kepala masih terbilang singkat. Sebelumnya, pemain yang tampil 147 kali untuk Meksiko itu hanya sempat menangani Barcelona B. Langsung dari sana, mantan bek AS Monaco ini dipercaya menggantikan Javier Aguirre, yang kontraknya baru habis setelah Piala Dunia 2026.
Lompatan karir yang cukup drastis. Tantangan menanti di depan, tapi FMF tampaknya yakin betul dengan pilihan mereka. Hanya waktu yang bisa membuktikan apakah kepercayaan ini tepat.
Artikel Terkait
iCAR V23 Luncurkan Mobil Listrik dengan Sistem Kendali Cerdas Berbasis Chip Snapdragon
Massa Ojol Ricuh di Makassar, Patroli Polisi Rusak Usai Penganiayaan Driver
Bareskrim dan FBI Petakan Ekosistem Kejahatan Siber dari Penjualan Skrip Phishing
Kemenpar Soroti Kompetensi Penjamah Makanan untuk Keamanan dan Daya Saing Wisata Kuliner