Jakarta - Kenaikan pajak kendaraan listrik belakangan ini bikin banyak orang mengelus dada. "Kenapa nggak beli tahun lalu ya?" begitu kira-kira penyesalan yang berembus di antara calon pembeli. Tapi di tengah ramainya perbincangan soal itu, ada kabar yang mungkin bikin penasaran: ternyata, ada lho jenis kendaraan yang bebas sama sekali dari kewajiban bayar pajak tahunan.
Namun begitu, jangan buru-buru membayangkan mobil pribadi Anda bisa ikut serta. Kendaraan yang dimaksud bukan milik masyarakat biasa. Fungsinya diatur ketat oleh negara dan peruntukannya sangat khusus jauh dari urusan harian seperti pergi kerja atau jalan-jalan keluarga.
Memiliki kendaraan bebas pajak tentu saja jadi angin segar. Bayangkan saja, beban biaya rutin langsung berkurang. Dari sisi administrasi, rasanya jadi lebih ringan dan lega.
Tapi, ada satu hal yang perlu diingat. Bebas pajak sama sekali bukan jaminan bebas dari kerusakan. Mau itu mobil dinas atau kendaraan khusus lainnya, mereka tetaplah mesin yang butuh perawatan. Oli harus diganti, ban diperiksa, dan komponen lain perlu pengecekan rutin layaknya kendaraan pada umumnya. Jadi, pembebasan pajak hanya urusan administrasi, bukan jaminan awet selamanya.
Lalu, kendaraan apa sajakah yang masuk dalam kategori istimewa ini? Berikut daftarnya:
Kendaraan untuk kepentingan kedutaan besar dan konsulat.
Kendaraan yang dipakai langsung untuk pertahanan dan keamanan negara.
Kendaraan yang murni dipamerkan, bukan untuk dijual atau dipakai komersial.
Kereta api serta kendaraan khusus tertentu yang punya fungsi spesifik.
Kendaraan dinas resmi pemerintah.
Dan tentu saja, ambulans yang setiap harinya berjasa menyelamatkan nyawa.
Jadi, meski kita mungkin tak bisa menikmati bebas pajak untuk mobil di garasi, setidaknya kita tahu bahwa kebijakan ini ada untuk mendukung fungsi-fungi penting negara dan sosial.
(UDA)
Artikel Terkait
Buku “Presiden Solusi” Diluncurkan, Rangkum 108 Gagasan Prabowo Selama 18 Bulan
Netanyahu: Serangan ke Iran Dihentikan, Peringatkan Balasan Kekuatan Penuh Jika Teheran Menyerang Lagi
Kejagung Perluas Penyidikan Korupsi MBG ke Luar Jakarta, Tiga Mantan Petinggi BGN Jadi Tersangka
BGN Rekrut Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak untuk Kawal Menu Makan Bergizi Gratis