JK Klaim Jokowi Jadi Presiden Berkat Perannya, Bantah Tuduhan Dana Ijazah

- Selasa, 21 April 2026 | 06:40 WIB
JK Klaim Jokowi Jadi Presiden Berkat Perannya, Bantah Tuduhan Dana Ijazah

Di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4) lalu, Jusuf Kalla tampak geram. Kekesalannya meluap menanggapi tuduhan Rismon Sianipar yang menyebut dirinya mendanai kasus ijazah Jokowi. Dalam jumpa pers itu, mantan Wapres dua periode itu bicara blak-blakan.

"Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang," ujar JK, suaranya tegas. "Dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja."

Kemarahannya terutama tertuju pada klaim bahwa ia memberi dana Rp 5 miliar. "Mana saya kasih Rp 5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak. Ini buktinya WA-nya. Tidak saya bilang," tegasnya.

Dari situ, pembicaraan berbelok. JK kemudian mengungkit peran sentralnya dalam karier politik Joko Widodo. Menurutnya, dialah sosok yang membawa Jokowi dari Solo menuju panggung politik nasional di Jakarta.

Bahkan, ia menyebut dirinyalah yang menyodorkan nama Jokowi ke Megawati Soekarnoputri untuk Pilkada DKI. Klaimnya tak berhenti di situ. Dengan nada percaya diri, JK menegaskan kontribusinya yang jauh lebih besar.

"Kasih tahu semua itu buzzer-buzzer itu, Jokowi jadi presiden karena saya," katanya.

Menurut penuturannya, jalan Jokowi ke kursi presiden juga tak lepas dari camp tangannya. Saat itu, Megawati disebutnya enggan menandatangani surat pencalonan Jokowi jika JK tidak bersedia mendampingi sebagai calon wakil presiden.

"Nah dua tahun dia Gubernur, oke silakan, saya tidak campur. Saya tidak pernah datang waktu dia Gubernur," kenang JK. "Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, 'Eh belum cukup pengalaman jangan, nanti rusak negeri ini'. Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya."

Alasan Megawati, seperti diceritakan JK, adalah agar ia mau membimbing Jokowi yang dianggap masih belum berpengalaman.

"'Kenapa Bu saya mesti wakil?', 'karena Pak JK yang paling berpengalaman, bimbinglah dia'," tutur JK menirukan percakapan mereka. "Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang 'jangan, Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf'. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti?"

Pernyataan JK yang terang-terangan ini pun langsung mendapatkan respons dari pihak Jokowi. Namun begitu, nada dan klaim yang dilontarkan JK telah memantik perbincangan baru tentang dinamika politik di balik layar yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik.

"Jadi jangan coba-coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua buzzer buzzer itu," imbuhnya menutup penjelasan. "Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya, ngerti?"

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar