Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur, Maluku Tenggara, mendadak jadi lokasi kejadian yang mencekam. Agrapinus Rumatora, yang lebih dikenal sebagai Nus Kei, tewas mengenaskan usai ditikam. Ia adalah Ketua DPD II Partai Golkar setempat.
Menurut keterangan polisi, korban mendarat dari Jakarta sekitar pukul 11.30 WIT, Minggu lalu. Baru saja keluar dari pesawat dan berjalan menuju pintu keluar, dua orang yang sudah menunggu langsung menyergapnya.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah, membeberkan kronologinya.
"Kedua pelaku mengenakan sweter hitam, lalu menyerang korban dengan pisau. Sasaran tikaman mengenai rusuk kanan dan dada," jelas Rositah, Senin (20/4).
Dia menambahkan, hasil pemeriksaan menemukan empat luka tusukan di tubuh Nus Kei. Titik-titik vital seperti dada, leher, dan tulang belakang menjadi sasaran, yang akhirnya merenggut nyawanya.
Pelaku, yang diduga adalah Hendrikus Rahayaan (28) dan Finansius Ulukyanan (36), langsung kabur usai aksi brutal itu. Tapi, pelarian mereka tak berlangsung lama. Kurang dari dua jam kemudian, aparat berhasil meringkus keduanya.
Polisi kini tengah mendalami motif di balik peristiwa ini. Ada indikasi kuat bahwa ini bukan sekadar penyerangan spontan, melainkan pembunuhan yang direncanakan. Untuk mengungkap jaringan dan dalangnya, penyidik telah memeriksa enam orang, termasuk kedua tersangka tadi.
Suasana di bandara yang biasanya ramai itu pun sempat berubah panik. Saksi mata yang melihat kejadian itu masih terlihat shock. Nus Kei, seorang tokoh politik lokal, akhirnya meninggal di tempat kejadian.
Artikel Terkait
Trump Ancam Kuba Bisa Jadi Sasaran Militer, Diaz-Canel Serukan Kewaspadaan
Kuasa Hukum Bobby: Silakan Laporkan, Kami Tunggu
Polisi Bongkar Lab Vape Berisi Narkoba Etomidate di Tangerang, Sita Barang Senilai Rp 762 Miliar
DPR dan Pemerintah Sepakat Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga