Menteri Luar Negeri Turki: Negosiasi AS-Iran di Titik Krusial, Ada Sinyal Positif

- Senin, 20 April 2026 | 13:15 WIB
Menteri Luar Negeri Turki: Negosiasi AS-Iran di Titik Krusial, Ada Sinyal Positif

Di Antalya, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyoroti kondisi genting dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Dialog yang digelar di Pakistan itu, menurutnya, sedang berada di titik yang sangat krusial.

Namun begitu, Fidan menangkap secercah harapan. Ia melihat sinyal positif dari kedua kubu yang sedang berunding.

“Hal baiknya adalah kedua belah pihak dengan sangat serius, tulus, dan mendasar melanjutkan negosiasi. Mereka memiliki kemauan kuat untuk melanjutkannya,”

Demikian penjelasan Fidan di sela-sela penutupan Forum Diplomasi Antalya, Senin (20/4/2026). Gencatan senjata yang berlaku saat ini, lanjutnya, bukan cuma meredakan panasnya situasi antara Washington dan Tehran. Lebih dari itu, efek stabilisasinya terasa luas.

Kedua pihak dinilai sudah sama-sama paham. Mereka menyadari betapa pentingnya mempertahankan kondisi relatif tenang ini. “Tidak ada yang menginginkan perang kembali terjadi,” tegas Fidan. Pernyataan ini punya timing yang pas, mengingat gencatan senjata sementara mereka yang cuma berlaku dua minggu bakal berakhir Rabu, 22 April.

“Harapan kami, dengan dorongan komunitas internasional, para pihak dapat memperpanjang gencatan senjata dan menyelesaikan isu-isu yang masih tertunda,”

Di sisi lain, forum yang berlangsung dari 17 hingga 19 April itu juga jadi panggung bagi Fidan untuk menggarisbawahi peran Turki di medan konflik lain. Ankara, ia tegaskan, tetap siap menjadi mediator antara Rusia dan Ukraina. Kesediaan untuk menjadi tuan rumah perundingan baik tingkat politik maupun teknis masih terbuka lebar.

“Turki selalu siap menjadi tuan rumah. Seperti yang telah kami lakukan sebelumnya, kami siap untuk melakukannya lagi,”

Forum bertema “Menavigasi Ketidakpastian dalam Membentuk Masa Depan” itu akhirnya ditutup dengan nada hati-hati. Ada kekhawatiran, tapi juga ada optimisme yang terselip. Semuanya kini tergantung pada langkah AS dan Iran dalam beberapa hari ke depan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar