Aktivasi IKD Masih di Bawah 10%, Pemerintah Andalkan Teknologi Biometrik untuk Dongkrak Target 20%

- Senin, 20 April 2026 | 12:55 WIB
Aktivasi IKD Masih di Bawah 10%, Pemerintah Andalkan Teknologi Biometrik untuk Dongkrak Target 20%

Rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Senayan, Senin lalu, cukup menarik perhatian. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengungkap sebuah fakta yang menurutnya perlu jadi perhatian: aktivasi Identitas Kependudukan Digital atau IKD ternyata masih sangat rendah. Angkanya belum sampai 10 persen. Padahal, tahun ini mereka punya target yang cukup ambisius, yaitu mendongkraknya hingga mencapai 20 persen.

Di sisi lain, Bima Arya justru menyoroti capaian yang cukup gemilang di sisi lain. Perekaman KTP elektronik di Indonesia, katanya, sudah nyaris tuntas. "Penduduk kita sekarang ini dari data terakhir 288.315.089 jiwa, Ketua. Jumlah perempuan dan laki-laki sangat tipis," ujarnya memulai penjelasan.

"Kemudian kita sudah berhasil untuk melakukan perekaman KTP-el ini hampir 98%," lanjut Bima dalam rapat itu.

Persoalan blanko KTP yang sempat bikin pusing beberapa waktu lalu, menurut Bima, kini sudah beres. Ia mengklaim kelangkaan blanko di daerah-daerah hampir tak lagi ditemui. "Beberapa tahun lalu sebelum 2022, agak banyak daerah-daerah yang masih krisis blangko KTP. Kami sendiri berkeliling ke daerah, Dukcapil selalu memastikan bahwa blangko ini cukup stoknya begitu," kenangnya.

Lalu, apa yang bikin IKD sepi peminat? Bima Arya punya analisisnya sendiri. Menurut dia, kendalanya sederhana: belum ada insentif atau keharusan bagi masyarakat untuk menggunakannya. Ia lalu membandingkannya dengan situasi pandemi dulu.

"Jadi kalau dulu zaman COVID kan kita punya PeduliLindungi yang kalau tidak punya itu maka kita tidak bisa kemana-mana. Nah, jadi IKD kita belum ke sana," ujar Bima dengan nada blak-blakan.

Namun begitu, ada angin segar yang akan datang. Pemerintah berencana menerapkan teknologi verifikasi baru bernama liveness detection. Teknologi biometrik ini diharapkan bisa mendongkrak kepercayaan dan penggunaan IKD.

"Tahun ini kita akan menerapkan liveness detection. Ya jadi agar semuanya bisa dikonfirmasi ketika membuat KTP, ketika membuat IKD itu betul-betul orangnya. Jadi tidak robot, bukan fake begitu," jelasnya dengan semangat.

"Ini teknologi liveness detection, jadi langsung selfie dan kemudian terkonfirmasi bahwa itu bukan fake, bukan palsu, dan bukan robot. Itu mulai tahun ini."

Bima yakin, dengan teknologi baru itu, angka aktivasi IKD bakal melonjak. Ia pun menegaskan target yang dicanangkan. "Dan artinya kalau liveness detection ini kemudian berjalan dengan baik, maka aktivasi IKD akan melonjak. Ya targetnya tahun ini 20% ya Pak Teguh ya? 20% gitu," tutupnya penuh keyakinan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar