Mensos Tinjau Gedung STIP Jakarta untuk Sekolah Rakyat Baru, Targetkan Operasional Awal Mei

- Minggu, 19 April 2026 | 22:45 WIB
Mensos Tinjau Gedung STIP Jakarta untuk Sekolah Rakyat Baru, Targetkan Operasional Awal Mei

Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, baru-baru ini mendatangi gedung Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Jakarta. Kunjungan ini bukan tanpa tujuan. Lokasi tersebut sedang disiapkan untuk menjadi salah satu tempat Sekolah Rakyat rintisan. Gus Ipul ingin memastikan sendiri kesiapan bangunannya, terutama soal kondisi fisik dan perbaikan apa saja yang diperlukan agar kegiatan belajar mengajar bisa segera dimulai.

Rombongan menteri tak sendirian. Turut hadir dalam peninjauan itu Direktur Jenderal Prasarana Strategis PU, Bisma Staniarto, dan Ketua STIP Tri Cahyadi. Mereka berkeliling, memeriksa sudut-sudut gedung yang akan dipakai.

Dari penjelasan tim teknis, setidaknya ada empat bangunan di kawasan STIP yang dinilai layak pakai. Keempatnya adalah Asrama Taruna E, Taruna J, Wisma Bahari II, dan gedung Nautika. Fasilitas pendukungnya juga ada, seperti dua lapangan tenis dan dua lapangan sepak bola.

“Untuk awal, kami siapkan kapasitas sekitar 100 siswa,” kata Bisma Staniarto dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).

Ia menambahkan, tenaga pendukungnya terdiri dari dua pembimbing dan delapan belas pengajar.

Survei yang dilakukan menunjukkan kabar baik. Struktur utama bangunan-bangunan itu masih sangat kokoh. Fondasi, kolom, balok, sampai atapnya tidak ada yang rusak parah. Perbaikan yang dibutuhkan sifatnya ringan saja misalnya memperbaiki plesteran yang mengelupas, mengganti pintu dan jendela yang sudah lapuk, atau memasang lampu baru untuk mengganti yang mati.

“Kami optimis semua perbaikan ini bisa tuntas akhir April. Targetnya, awal Mei gedung sudah bisa digunakan,” tambah Bisma.

Rupanya, STIP bukan satu-satunya lokasi yang disiapkan. Pemerintah juga menunjuk kawasan milik Lembaga Administrasi Negara (LAN) dengan kapasitas yang kurang lebih sama.

Di kesempatan yang sama, Gus Ipul menyampaikan perkembangan program Sekolah Rakyat ini cukup positif. Ia merujuk pada pelaksanaan sebelumnya di 166 titik. Menurutnya, para siswa menunjukkan kemajuan, terutama dalam hal kepercayaan diri dan semangat belajar.

“Sudah berjalan lebih dari sembilan bulan, dan hasilnya cukup menggembirakan,” ujar Gus Ipul.

“Anak-anak berkembang, para guru juga semakin lihai menyesuaikan metode pengajarannya,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah punya target lebih besar tahun ini. Jika sebelumnya program ini menjangkau sekitar 16.000 siswa, kini angka itu ingin dinaikkan jadi lebih dari 30.000. Caranya ya dengan menambah titik-titik sekolah rintisan baru.

Khusus untuk Jakarta dan sekitarnya, sudah disiapkan sepuluh lokasi salah satunya STIP tadi. Total daya tampungnya diperkirakan lebih dari seribu siswa. Awalnya, sekitar 700 siswa akan mulai belajar. Lalu, di pertengahan tahun, akan ada tambahan sekitar 300 siswa lagi.

Gus Ipul juga menegaskan satu hal penting: proses seleksi siswa. Ia menyatakan bahwa pemilihan peserta akan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tidak ada pendaftaran terbuka.

“Tidak boleh ada titipan,” tegasnya dengan nada serius.

“Program ini harus benar-benar menyentuh keluarga yang paling membutuhkan,” pungkas Gus Ipul.

Soal kendala? Sejauh ini relatif minim. Hanya butuh perbaikan-perbaikan kecil di fasilitas seperti tempat tidur, toilet, dan ruang makan. Dengan sedikit sentuhan akhir, semua diharapkan rampung tepat waktu.

“Kami yakin akhir April semua selesai. Jadi, awal Mei anak-anak sudah bisa mulai belajar,” tutupnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar