Harga BBM Nonsubsidi Naik, DKI Siapkan Langkah Dorong Masyarakat Beralih ke Transportasi Umum

- Minggu, 19 April 2026 | 15:45 WIB
Harga BBM Nonsubsidi Naik, DKI Siapkan Langkah Dorong Masyarakat Beralih ke Transportasi Umum

Harga BBM nonsubsidi kembali merangkak naik. Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku tengah menyiapkan langkah-langkah khusus. Tujuannya satu: mendorong masyarakat yang selama ini mengandalkan BBM nonsubsidi untuk beralih ke angkutan umum.

"Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan terobosan agar orang yang menggunakan BBM non-subsidi ini makin berkurang dengan cara mereka untuk mau naik transportasi umum," ujar Pramono di Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, Pemprov DKI akan mengikuti arahan pusat soal penyesuaian harga ini. Yang jelas, tak akan ada subsidi tambahan dari pemerintah daerah untuk menutupi kenaikan tersebut.

"Yang pertama untuk BBM adalah kewenangan pemerintah pusat sehingga berapa pun yang dilakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, tentunya pemerintah DKI Jakarta mengikuti itu," tegasnya.

"Sedangkan untuk subsidi kepada pengguna tentunya pemerintah DKI Jakarta tidak akan melakukan," tambah Pramono.

Kenaikan harga ini sendiri sudah berlaku sejak Sabtu (18/4) lalu. Namun begitu, tidak semua jenis BBM terkena imbas. Hanya Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex yang harganya berubah. Sementara untuk BBM bersubsidi macam Pertalite, harganya tetap stabil.

Di Jakarta, dampaknya cukup terasa. Pertamax Turbo kini Rp 19.400 per liter, naik Rp 6.300. Dexlite melonjak Rp 9.400 menjadi Rp 23.600. Pertamina Dex pun ikut naik Rp 9.400, sehingga dijual Rp 23.900 per liternya. Situasi ini tentu membuat pengendara kendaraan pribadi, khususnya pengguna bahan bakar non-subsidi, harus memikirkan ulang pengeluaran mereka.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar