Malam Sabtu di Probolinggo berubah jadi mencekam. Sekitar pukul 23.30 WIB, sebuah truk trailer kontainer melaju tak terkendali di Jalan Raya masuk Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan. Menurut keterangan polisi, kendaraan besar itu diduga mengalami rem blong dan akhirnya menabrak lima kendaraan lain di depannya. Akibatnya, empat orang meninggal dunia.
Korban tewas semuanya berasal dari satu keluarga yang sedang berada dalam satu mobil. Mereka adalah Sutrisno (60) yang mengemudi, bersama istrinya T. Sri Budiyatni (60), serta anak dan cucu mereka, Devica Friskiara (29) dan Giovano Malik Ibrahim yang masih balita, tiga tahun. Keluarga itu warga Blitar, dan perjalanan malam mereka berakhir tragis di jalan itu.
Dari pantauan di lokasi, kejadiannya beruntun. Truk trailer Nissan bernopol B-9625-UEJ itu, dikemudikan oleh Cecep Adi Sucipto (46) asal Mojokerto, sedang dalam perjalanan dari Lumajang menuju Kota Probolinggo.
Namun begitu, sesampainya di tikungan atau turunan di daerah Malasan Wetan, rem truk itu dikabarkan tak berfungsi.
Trailer yang tak bisa dikendalikan itu pertama kali menghantam Toyota Vios Limo yang ditumpangi keluarga Sutrisno. Tapi lajunya tak juga berhenti. Berturut-turut, kendaraan berat itu kemudian menabrak sebuah pikap Daihatsu Granmax yang dikemudikan Muhammad Iswanto (33), lalu sebuah pickup lain, dan berlanjut ke Toyota Hi-Ace yang dikemudikan Abd. Ghopar Jaelani (44). Tabrakan beruntung berakhir setelah trailer menyenggol Truck Tractor Head Hino yang dikemudikan Joko Trimono (41). Suasana chaos, remuk besi, dan jeritan langsung memenuhi lokasi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, mengonfirmasi kronologi tersebut.
"Kecelakaan melibatkan lima kendaraan, korban lima orang, empat orang meninggal dunia, satu kritis," jelas Aditya.
Ia menambahkan, truk trailer kontainer itu bermuatan triplek dan melaju dari arah selatan sebelum akhirnya mengalami gangguan fungsi rem. Satu korban selain keempat anggota keluarga tersebut dilaporkan dalam kondisi kritis dan sedang mendapat perawatan intensif.
Insiden ini kembali menyoroti keselamatan di jalan raya, terutama untuk kendaraan berat. Dugaan rem blong menjadi penyebab utama, meski penyelidikan lebih detail masih terus dilakukan oleh pihak berwajib untuk memastikan faktor lain yang mungkin terlibat.
Artikel Terkait
Pramono Anung: Perdamaian Dunia Dimulai dari Diri Sendiri dan Nilai Ahimsa
Prancis Tuding Hezbollah Serang Pasukan PBB di Lebanon, Satu Tentara Tewas
Polda Sumsel Amankan 163 Tersangka dan 7,2 Kg Sabu dalam Pengungkapan Jaringan Narkoba Lintas Wilayah
Gunung Semeru Erupsi, Status Siaga Level III dan Zona Bahaya Dipertegas