MALANG Upaya meningkatkan literasi pajak di kalangan anak muda terus digalakkan. Kali ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur III meresmikan Tax Center baru di Universitas Widya Gama (UWG) Malang. Ini menjadi mitra ke-31 mereka di wilayah kerjanya.
Menurut Kepala Kanwil DJP Jawa Timur III, Lindawaty, kerja sama dengan kampus seperti ini adalah langkah strategis. Tujuannya jelas: membangun kesadaran pajak sedari dini, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi tulang punggung bangsa.
"Pajak adalah kontributor terbesar APBN. Karena itu, kesadarannya harus terus kita tingkatkan," ujar Lindawaty, Sabtu (18/4/2026).
Dia menambahkan, mahasiswa punya peran krusial sebagai agen perubahan. Tax Center ini nantinya bisa jadi sarana belajar sekaligus wadah untuk menyebarkan edukasi perpajakan ke lingkaran yang lebih luas.
Intinya, kehadiran pusat edukasi ini adalah bukti komitmen DJP untuk mendekatkan layanan dan informasi pajak lewat jalur akademik. Dengan begitu, informasi bisa disampaikan lebih efektif, tepat sasaran, dan menjangkau lebih banyak orang.
Di sisi lain, pihak kampus menyambut baik inisiatif ini. Rektor UWG Malang, Anwar, melihat kerja sama ini bukan cuma soal pendidikan, tapi juga kontribusi nyata perguruan tinggi untuk masyarakat.
"Kampus tidak boleh berhenti di teori. Harus bisa memberi manfaat konkret. Melalui Tax Center, mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmu sekaligus membantu membangun kepatuhan pajak di sekitar mereka," ungkap Anwar.
Lantas, apa saja fungsi Tax Center ini? Lindawaty menegaskan, tugasnya cukup beragam. Mulai dari menyelenggarakan edukasi dan pelatihan, menyediakan layanan informasi, sampai memberikan konsultasi perpajakan untuk mahasiswa dan masyarakat umum.
Tak cuma itu, pusat ini juga diharapkan bisa aktif menyosialisasikan transformasi digital di dunia perpajakan. Misalnya, tentang implementasi sistem Coretax yang sedang berjalan.
Dengan tambahan mitra baru di UWG Malang, Kanwil DJP Jatim III semakin memperkuat jejaringnya di dunia pendidikan. Mereka berusaha menciptakan ekosistem perpajakan yang lebih inklusif. Ke depan, sinergi ini akan dikembangkan lewat berbagai program edukasi, riset, dan pengabdian masyarakat.
Harapannya, semua upaya ini pada akhirnya bisa mendongkrak kesadaran dan kepatuhan pajak. Itu fondasi penting, yang ujung-ujungnya akan mendukung pembangunan nasional kita bersama.
Artikel Terkait
Polres Sragen Masih Selidiki Pembunuhan Bocah 11 Tahun di Rumah Sendiri
Polisi Masih Dalami Petunjuk di TKP Pembunuhan Bocah 11 Tahun di Sragen, Pelaku Belum Terungkap
Bung Harpa Soroti Muhammad Isfandyar Abdillah sebagai Kuda Hitam Timnas U-19 Usai Bawa Indonesia Juara Grup A Piala AFF U-19
Pencuri Sawit 1.620 Kg Tertidur di Samping Tumpukan Hasil Curian, Petugas Keamanan Temukan saat Patroli