Yan Munzir Hutagalung tak lagi menjabat sebagai Plh Camat Tukka di Tapanuli Tengah. Pencopotannya ini terjadi tak lama setelah Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, melayangkan kemarahan saat inspeksi proyek tanggul di daerah itu. Banjir bandang akhir tahun lalu jadi pemicu insiden tersebut.
Menurut informasi yang beredar, keputusan pencopotan itu resmi berlaku sejak Rabu lalu. Sekarang, Yan Munzir sudah kembali bertugas di kantor BKPSDM Tapteng.
Dalam tanggapannya, Yan Munzir berusaha meredam isu. Dia bilang, posisinya sebagai pelaksana harian memang bersifat sementara.
"Saya kan cuma ditugaskan sebagai Plh di Kecamatan Tukka. Kapan saja bisa dikembalikan ke OPD induk, yaitu di bagian Analisis Sumber Daya Manusia BKPSDM. Jadi ini hal yang biasa saja," ujarnya, Jumat kemarin.
Dia memegang posisi itu sekitar empat bulan. "Untuk jabatan pelaksana harian, pergantian seperti ini memang biasa dan lumrah," tambahnya lagi.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Semuanya berawal dari kunjungan kerja Gubernur Bobby ke lokasi pembangunan sabo dam. Ada video yang beredar di akun Instagram Pemprov Sumut, memperlihatkan momen sang gubernur sedang kesal. Itu terjadi Selasa, sehari sebelum Yan Munzir dicopot.
Dalam cuplikan video itu, terlihat Bobby Nasution sedang menegur seorang pejabat yang diduga adalah Yan Munzir. Suasana sungai yang masih menyisakan bekas banjir besar November 2025 jadi latar belakangnya.
"Ini udah jalan, saya kan nggak dapat perintah dari sini, Pak," kata suara yang diyakini sebagai Yan Munzir.
Namun begitu, Bobby Nasution tampaknya tak terima dengan alasan itu. Kemarahannya langsung meledak.
"Dari awal masyarakat ke sini berapa orang? Warga kau nanti yang teriak, bukan cuma teriak ke kau aja. Orang perjuangin kalian sampai puluhan miliar, puluhan triliun, kau ngurus aja ini aja nggak bisa! Orang perjuangin kau lho," hardik Bobby.
"Kau daerah paling lambat lho, di-mention berkali-kali. Bantuan ada nggak dapat. Di Tapsel sana kau lihat, jangan sok paling kerja," sambungnya tanpa ampun.
Momen itulah yang diduga menjadi pemicu akhir dari penugasan Yan Munzir sebagai camat. Sekarang, urusan di Kecamatan Tukka menunggu kepemimpinan baru.
Artikel Terkait
Trump Apresiasi Pembukaan Selat Hormuz oleh Iran, Tapi Blokade AS Tetap Berlaku
Jembatan Peninggalan Belanda di Klaten Hidup Kembali Setelah 13 Tahun
Karnaval Paskah Semarakkan Semarang, Kibarkan Bendera Raksasa dan Semangat Kebersamaan
Pertamina Patra Niaga Raih Empat Penghargaan Indonesia WOW Brand 2026