Dua hari penuh, dari Kamis hingga Jumat pekan lalu, Ny. Deni Agus Suryonugroho habiskan untuk menyusuri rute di Gianyar, Bali. Sebagai Ketua Panitia Kemala Run 2026, tugasnya jelas: memastikan semuanya siap untuk gelaran lari bergengsi yang akan digelar 19 April 2026 mendatang. Lokasinya di Bali United Training Center (BUTC), dan fokusnya menyeluruh mulai dari keamanan jalur, titik-titik pemberian air minum, sistem pendaftaran, sampai layanan kesehatan untuk peserta.
“Atas perintah Ketua Umum Bhayangkari Ibu Juliati Sigit Prabowo, kami mengecek jalur secara mendetail,” ujar Ny. Deni di BUTC.
“Prioritas utama adalah keamanan dan kenyamanan pelari. Kami ingin semuanya benar-benar siap.”
Dalam peninjauan itu, dia tak sendirian. Didampingi oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, juga sejumlah pejabat seperti Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal dan Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Prianto. Wakil Direktur Lantas Polda Bali, AKBP I Gede Putra, juga turut hadir. Menurut sejumlah saksi, rombongan tampak serius meneliti setiap titik.
Sebenarnya, pengecekan fisik ini bukanlah yang pertama. Ini adalah kelanjutan dari rangkaian persiapan yang sudah berjalan matang. Beberapa waktu sebelumnya, Ny. Deni bersama Kakorlantas bahkan telah mengikuti upacara adat dan doa bersama di Pura Penataran Agung Besakih, Karangasem. Ritual itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan pada kearifan lokal sekaligus memohon keselamatan untuk semua pihak yang terlibat nanti.
“Ini kami lakukan biar acara berjalan aman, lancar, dan tertib,” imbuhnya lagi.
“Kenyamanan peserta adalah hal mutlak, baik dari sisi keamanan, kesehatan, maupun fasilitas pendukung.”
Di sisi lain, koordinasi dengan berbagai pihak terus digenjot. Tujuannya sederhana: mengantisipasi segala kemungkinan kendala teknis. Yang menarik, event ini bukan cuma soal lari. Sebagian hasilnya akan dialirkan ke program charity. Jadi, ada tiga hal yang berpadu di sini: gaya hidup sehat, promosi pariwisata Bali, dan tentu saja, kepedulian sosial.
Kemala Run 2026 sendiri menghadirkan tiga kategori: 5K, 10K, dan Half Marathon (21K). Rutenya dirancang untuk memamerkan pesona Bali, melintasi kawasan pesisir seperti Jalan Pantai Saba, Pantai Purnama, hingga Jalan By Pass IB Mantra yang terkenal dengan panoramanya.
“Tema tahun ini adalah Charity for Indonesia,” jelas Ny. Deni.
“Seperti arahan Ibu Ketua Pembina, Ibu Juliati Sigit Prabowo, kita ingin mengajak semua pihak untuk bergerak demi kemanusiaan. Konsepnya, berolahraga sambil berdonasi. Hasilnya nanti disalurkan lewat Yayasan Kemala Bhayangkari untuk program sosial.”
Harapannya, event ini bisa jadi ikon sport tourism yang tak cuma menawarkan kompetisi, tapi juga mempererat solidaritas.
Dukungan Penuh dari Gubernur Bali
Dukungan untuk Kemala Run 2026 ternyata juga datang dari puncak kekuasaan di Bali. Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyatakan sokongan penuh untuk acara yang diprediksi diikuti ribuan peserta ini.
Pernyataan itu disampaikan usai audiensi dengan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho di Kantor Gubernur, awal Maret lalu. Koster menilai agenda ini sebagai program besar yang dampaknya akan positif bagi masyarakat dan pariwisata Bali.
“Saya sebagai Gubernur tentu harus ikut berkontribusi mendukung rencana ini,” tegas Koster.
“Ini program Bapak Kapolri yang harus kita sukseskan bersama-sama.”
Dengan dukungan seperti itu, persiapan pun kian matang. Tinggal menunggu hari H, ketika para pelari dari dalam dan luar negeri memadati start line, siap menjelajahi keindahan Bali sambil menyisipkan makna sosial di setiap langkahnya.
Artikel Terkait
Jembatan Peninggalan Belanda di Klaten Hidup Kembali Setelah 13 Tahun
Karnaval Paskah Semarakkan Semarang, Kibarkan Bendera Raksasa dan Semangat Kebersamaan
Pertamina Patra Niaga Raih Empat Penghargaan Indonesia WOW Brand 2026
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres Pengelolaan Kesehatan Terpadu