Longsor di Cianjur Rusak Empat Rumah dan Seret Sejumlah Makam

- Jumat, 17 April 2026 | 19:00 WIB
Longsor di Cianjur Rusak Empat Rumah dan Seret Sejumlah Makam

Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis malam, 16 April 2026, ternyata membawa malapetaka di Desa Batulawang, Cipanas, Cianjur. Tebing di Kampung Cigombong tak lagi mampu menahan beban, akhirnya longsor dan menimpa permukiman warga. Akibatnya, empat rumah rusak dan yang memilukan, sejumlah makam ikut terbawa material tanah.

Menurut Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, penanganan darurat langsung digelar. Empat kepala keluarga atau total 14 jiwa yang rumahnya terdampak berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

"Curah hujan tinggi sejak Kamus malam. Ini yang menyebabkan tebing longsor menimpa empat rumah warga dan jalan penghubung antar-desa, serta membuat dua makam terbawa longsor di Kampung Cigombng," jelas Asep kepada Antara pada Jumat (17/4/2026).

Bencana ini juga memutus akses. Jalan penghubung antar desa di perbatasan Cianjur-Bogor tertutup longsoran, memutus mobilitas warga. Upaya penanganan pun tak mudah. Kondisi tanah yang masih labil, ditambah hujan yang belum reda sepenuhnya, memaksa petugas gabungan dari TNI, Polri, Damkar, dan relawan bekerja ekstra. Mereka terpaksa menunggu alat berat sambil berusaha membuka jalan dengan peralatan seadanya.

Di sisi lain, proses evakuasi dua makam yang terseret longsor justru sudah berhasil diselesaikan lebih dulu. Dua jenazah di dalamnya telah dipindahkan ke lokasi baru yang jauh lebih aman, seperti yang diminta keluarga.

Namun begitu, hingga Jumat petang, perjuangan membuka jalan masih berlangsung. Tantangannya nyata: alat terbatas dan cuaca belum bersahabat.

Melihat situasi ini, BPBD mengimbau warga, khususnya di daerah rawan, untuk tetap siaga. Cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlanjut beberapa hari ke depan.

"Informasi dari BMKG, cuaca ekstrem masih melanda Cianjur. Kami minta warga untuk waspada," pungkas Asep. Ia menekankan, jika melihat tanda-tanda alam yang tidak biasa, terutama saat hujan deras, jangan ragu untuk segera mengungsi. Keselamatan jiwa harus jadi prioritas utama.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar