Nuansa adat Sasak begitu kental terasa di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, Jumat lalu. Di tengah upacara HUT ke-68 kabupaten itu, sosok Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, tampil mencolok dengan mengenakan pakaian tradisional lengkap. Ia memakai pegon biru tua, wastra songket yang dililit hingga mata kaki, lengkap dengan sapuk di kepala dan keris di pinggang. Penampilannya itu bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah penghormatan terhadap budaya lokal.
Yandri hadir mendampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan, memenuhi undangan Bupati Lalu Ahmad Zaini. Tema peringatan tahun ini, 'Patju Begawean', diusung untuk membangkitkan semangat gotong royong. Intinya sederhana: kerja keras dan kolaborasi adalah kunci untuk membangun Lombok Barat yang lebih maju dan berkeadilan.
Namun begitu, di balik kemeriahan upacara, ada pesan penting yang ingin disampaikan pemerintah. Pembangunan desa bukanlah pekerjaan satu orang saja. Butuh kerja sama erat dari banyak pihak.
"Kita superteam, bukan Superman," tegas Yandri dalam keterangannya.
"Jadi butuh kerja sama, butuh kolaborasi semua pihak. Semuanya nggak bisa kalau cuma Menteri Desa sendirian," imbuhnya.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan komitmen kolaborasi lintas kementerian, sebuah hal yang terus didorong dalam membangun desa dan meningkatkan kualitas SDM.
Rangkaian acaranya sendiri cukup padat. Selain upacara, ada pameran potensi desa, peluncuran Program Sejahtera dari Desa, dan momen penyerahan penghargaan. Penghargaan itu diberikan kepada sejumlah desa yang dinilai berprestasi dalam berbagai bidang.
DIPA Program Sejahtera dari Desa diserahkan secara simbolis kepada lima desa, seperti Desa Sesela di Gunungsari dan Desa Gapuk di Gerung. Sementara itu, apresiasi khusus juga mengalir. Desa Lembah Sari, misalnya, mendapat penghargaan sebagai desa bebas putus sekolah. Ada pula Desa Labuapi yang diakui bebas stunting, dan Desa Gegelang untuk kategori bebas tuberkulosis.
Pemberian penghargaan ini jelas bukan tujuan akhir. Esensinya lebih pada kepedulian dan upaya mendorong desa-desa lain agar turut terpacu. Harapannya, semakin banyak desa yang berbenah, yang akhirnya berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warganya.
Upaya kolaboratif ini melibatkan banyak pihak. Tak cuma Kemendes PDT, tapi juga Kemenko Pangan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan. Bahkan, sejumlah pimpinannya hadir langsung di lokasi. Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus turut hadir dan meninjau pameran.
Acara seperti ini rupanya disambut hangat masyarakat. Mereka antusias karena pameran yang digelar dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal. Produk-produk unggulan dari desa pun mendapat panggung untuk dikenal lebih luas. Sebuah langkah kecil yang bermakna, dalam perjalanan panjang membangun daerah.
Artikel Terkait
Gedung Putih Pastikan Wapres AS Pimpin Delegasi ke Pakistan untuk Bicara dengan Iran
Trump Unggah Gambar AI Dirinya Serupa Yesus, Kian Panaskan Ketegangan dengan Vatikan
Mentan Klaim Stok Beras 4,9 Juta Ton Siap Hadapi El Nino 2026
Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar Mulai 1 Juli 2026